Tersebar Rumor Perusahaan Microsoft Akan Beli Aplikasi Tik Tok

  • 01 August, 2020
  • 譚雲福
Tersebar Rumor Perusahaan Microsoft Akan Beli Aplikasi Tik Tok

        (Taiwan, ROC) – Berkenaan dengan pertimbangan masalah keamanan nasional oleh pihak pemerintah Amerika Serikat terhadap aplikasi Tik Tok yang berlatar belakang pendanaan dari pihak Daratan Tiongkok, maka Presiden Donald Trump pada hari Jumat tanggal 31 Juli waktu setempat disebutkan akan mengeluarkan larangan penggunaan aplikasi Tik Tok di Amerika. Merujuk kepada pemberitaan media New York Post, perusahaan raksasa Microsoft disebut-sebut akan membeli perusahaan aplikasi Tik Tok, dan hal ini dikatakan akan terjadi dalam waktu yang tidak lama lagi.

        Perusahaan utama yang mengeluarkan layanan aplikasi Tik Tok adalah PT Byte Dance yang berada di Beijing, Daratan Tiongkok. Dikarenakan aplikasi ini menjadi sebuah trend yang menyebar dengan sangat cepat, tidak sedikit para selebritis dunia maya yang menggunakan aplikasi ini untuk mempopulerkan diri sendiri. Berkenaan dengan persengketaan kepemilikan dan kekuatan teknologi antara Amerika dan Daratan Tiongkok, maka disinyalir jika aplikasi Tik Tok memiliki permasalahan berkenaan dengan keamanan data pengguna, sehingga telah diamati secara serius oleh pihak Gedung Putih dan juga kongres Amerika, dimana aplikasi ini disebut sebagai salah satu permainan Daratan Tiongkok.

        Media Wallstreet menyebutkan jika ada informasi dari pihak internal, jika pemerintah Amerika telah meminta perusahaan terkait untuk dapat menjual hak cipta dan penggunaan kepada pihak lain di luar Daratan Tiongkok.

        Saat Presiden Donald Trump melakukan kunjungan ke negara bagian Florida dan menerima wawancara dari pihak media, dirinya menyampaikan bahwa pihaknya berkemungkinan akan menghentikan penggunaan aplikasi Tik Tok di Amerika, atau mengambil langkah penyelesaian lainnya. Presiden Donald Trump menyebutkan jika pihaknya memiliki ragam cara pelaksaaan, dan berbagai kemungkinan dapat terjadi, oleh sebab itu pihaknya terus melakukan pemantauan terkait, dan melakukan penelitian langkah apa yang hendak diambil dalam menangani masalah aplikasi Tik Tok.

        November 2017, perusahaan Byte Dance membeli saham perusahaan Musical.ly senilai US$ 1 milyar, dan saat itu masih menjanjikan kemandirian pengoperasian yang dimiliki oleh Musical.ly. Akan tetapi pada Agustus 2018, perusahaan Byte Dance melakukan merger dengan aplikasi Tik Tok, dan tanpa diduga berhasil meraih kesuksesan besar. Pejabat Amerika mengkhawatirkan jika data informasi yang dimiliki oleh Tik Tok akan masuk ke tangan pemerintah Daratan Tiongkok, meskipun kekhawatiran ini ditangkis oleh Tik Tok.

        Berkenaan dengan rumor jika perusahaan Microsoft hendak membeli Tik Tok, kini masih belum ada kepastian yang jelas. Namun jika proses jual beli berhasil dilakukan, maka hak cipta dan penggunaan aplikasi Tik Tok akan sangat mudah diperoleh, dimana hal ini berkemungkinan mampu menyelesaikan ketidakpuasan pihak Amerika Serikat.

        Sekalipun aplikasi Tik Tok kini menjadi bahan pembicaraan publik dan dikaitkan dengan masalah pendanaan, namun tingkat popularitas aplikasi Tik Tok hingga kini masih belum memudar. Merujuk kepada data penelitian dari Sensor Tower, untuk kwartal pertama tahun ini telah ada sebanyak 315 juta pengunduh aplikasi, sementara untuk total jumlah pengunduh aplikasi Tik Tok kini telah mencapai lebih dari 2,2 milyar orang.

Komentar

Terbarumore