GDP Amerika Kwartal ke 2 Catat Rekor Penyusutan Baru

  • 31 July, 2020
  • 譚雲福
GDP Amerika Kwartal ke 2 Catat Rekor Penyusutan Baru

        (Taiwan, ROC) – Kondisi perekonomian Amerika terus mengalami hantaman telak akibat pandemi COVID-19 yang terus mengganas. Indeks GDP dalam negeri Amerika untuk kwartal ke dua, secara keseluruhan menyusut sebanyak 32,9%, yang mana angka ini mencatat rekor terendah sepanjang masa. Seiring dengan memburuknya keadaan pandemi yang ada, maka jumlah pengaju dana subsidi dari kaum pengangguran mengalami peningkatan dalam kurun waktu 2 pekan terakhir, dan hal ini dianggap akan semakin menjadi hambatan bagi tugas perbaikan perekonomian Amerika sendiri.

        Merujuk kepada data awal yang diumumkan oleh Kementerian Perdagangan pada tanggal 30 Juli, setelah dikalkulasikan dengan kondisi perekonomian musiman dan inflasi yang ada, maka indeks GDP untuk kwartal ke dua mengalami penyusutan hingga mencapai 32,9%, bertambah menyusut sebanyak 9,5% jika dibandingkan dengan kwartal pertama, dan kedua kondisi ini menjadi yang terburuk sepanjang sejarah sejak tahun 1947.

        Pandemi COVID-19 yang mengoyak negara Amerika, pemerintah masing-masing negara bagian, baru menerapkan peraturan isolasi dan karantina di rumah pada pertengahan bulan Maret, dan hal ini turut menyebabkan banyaknya perusahaan yang menutup pengoperasiannya. Sementara kondisi di bulan April, roda perekonomian Amerika boleh dikategorikan berhenti bergerak, sementara pada bulan Mei lalu, pemerintah masing-masing negara bagian barulah mulai memperlonggar berbagai peraturan pengetatan terkait, barulah ada secercah harapan baru dalam pergerakkan roda perekonomian.

        Karena adanya penghentian aktivitas perekonomian skala besar, berkurangnya daya beli dan pengeluaran perusahaan, semua hal ini turut memperlambat lajunya GDP di kwartal ke dua.

        Dari data statistik yang dimiliki oleh Kementerian Perdagangan, daya beli masyarakat pada kwartal ke dua, secara keseluruhan menurun sebanyak 34,6%, sementara untuk biaya pengeluaran perusahaan merosot sebanyak 27%, dan jumlah ekspor impor juga terus mengalami kemunduran. Sementara berbagai program revitalisasi perekonomian yang tengah diusung oleh masing-masing pemerintah negara bagian, hanya mampu dikategorikan menopang pilar perekonomian negara, karena kondisi jumlah pengangguran yang ada di Amerika juga terus mengalami peningkatan.

        Kondisi memburuknya perekonomian setempat dikarenakan oleh pandemi COVID-19, dimana hal ini berbeda dengan kondisi memburuknya perekonomian di masa lampau, karena dampak yang diberikan terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan kali ini jauh lebih buruk dibandingkan masa lalu. Pemerintah juga menyetujui untuk memberikan suntikan dana beberapa trilyun untuk kestabilan ekonomi, bahkan bank sentral setempat atau FED telah menurunkan suku bunga hingga mendekati angka nol, membeli surat hutang skala besar, melakukan percepatan bimbingan dan penopangan terhadap perusahaan dan juga pemerintah daerah.

        Dengan berbagai langkah kebijakan perekonomian yang dilakukan, diharapkan kondisi perekonomian Amerika di kwartal ke tiga dapat kembali bangkit, akan tetapi untuk kawasan California, Texas, Florida dan Arizona yang memiliki kondisi pandemi yang sangat parah, maka masih banyak restoran, bank dan perusahaan yang belum beroperasi, sehingga dikhawatirkan masih belum mampu melakukan perbaikan roda perekonomian seperti yang dijadwalkan.

Komentar

Terbarumore