Taiwan Ajukan Tuntutan India Terapkan Tarif Tinggi Produk Informatika pada WTO

  • 30 July, 2020
  • 尤繼富
Taiwan Ajukan Tuntutan India Terapkan Tarif Tinggi Produk Informatika pada WTO

(Taiwan, ROC) -- Kantor Negosiasi Perdagangan dan Ekonomi-Yuan Eksekutif (Office of Trade Negotiation, Executive Yuan) hari Kamis (29/7) menyampaikan bahwa India merupakan salah satu negara utama impor Taiwan tetapi India sendiri terus menaikkan tarif pajak produk informatika sejak tahun 2014, hal ini merugikan produsen pengimpor Taiwan, Kantor Perdagangan dan Ekonomi mengusung tudingan ini beberapa hari lalu, Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) tanggal 29 Juli membentuk tim kecil untuk memasuki tahap litigasi.

Kantor Negosiasi Perdagangan dan Ekonomi-Yuan Eksekutif (OTN) dalam press rilis yang dikeluarkan pada tanggal 29 Juli mengemukakan, demi melindungi produsen dalam negeri lainnya, pemerintah India terus meningkatkan tarif pajak produk informatika sejak tahun 2014, tidak memenuhi janji pada WTO, menimbulkan persaingan tidak adil, hal ini menimbulkan kerugian bagi produsen Taiwan, OTN dengan dukungan dari serikat dan instansi terkait lainnya mengusung tudingan atas India ini pada WTO. Untuk itu WTO tanggal 29 Juli membentuk tim pemeriksa dan tuduhan ini secara resmi dimasukkan dalam tahap litigasi.

OTN menyampaikan, tiap negara berjanji mengikuti tarif pajak yang diusulkan WTO, dan produk informatika merupakan produk dasar penting untuk impor dari Taiwan. India yang merupakan salah satu pangsa pasar impor penting bagi Taiwan, tetapi India memainkan tariff pajak pada produk telepon gengam begitu pula produk informatika lainnya yang berasal Taiwan, tingkat tarif pajak mencapai 20% yang mana hal ini telah melanggar peraturan dari WTO. 

OTN mengemukakan, mitra Taiwan lainnya juga telah dirugikan dengan tindakan yang dilakukan oleh India, seperti Uni Eropa dan Jepang yang masing-masing juga mengajukan tuntutan atas India, Taiwan juga akan sama dengan Eropa dan Jepang menuntut haknya, menjamin lingkungan persaingan yang adil dalam perdagangan internasional.

Komentar

Terbarumore