:::

Formosa Teknologi Sentral Tandatangani MoU Kerjasama dengan Politeknik Negeri Jakarta

  • 18 July, 2020
  • 譚雲福
Formosa Teknologi Sentral Tandatangani MoU Kerjasama dengan Politeknik Negeri Jakarta
Formosa Teknologi Sentral Tandatangani MoU Kerjasama dengan Politeknik Negeri Jakarta

        (Taiwan, ROC) - Formosa Teknologi Sentral yang didirikan oleh para pengusaha Taiwan di Indonesia, menandatangani MoU kerjasama dengan Politeknik Negeri Jakarta, untuk bidang penyediaan materi kelas pembelajaran ilmu teknologi, dan hubungan kerjasama ini juga menjadi tonggak sejarah baru dalam hal hubungan kerjasama bidang pendidikan dan teknologi bagi ke dua negara. Pejabat dari masing-masing pihak mengharapkan dengan adanya penandatanganan nota kesepahaman kerjasama tersebut, maka akan dapat mampu memperlancar hubungan interaksi pertukaran bidang pendidikan dan teknologi, sehingga bisa menciptakan keuntungan bagi ke dua belah pihak.

        Kao Ying-chang dari Formosa Teknologi Sentral dan Rektor Politeknik Negeri Jakarta, Zainal Nur Arifin pada hari Kamis tanggal 16 Juli melakukan penandatangan nota kesepahaman kerjasama tersebut, dimana disebutkan jika untuk jurusan bidang permesinan yang ada di Politeknik Negeri Jakarta, baik untuk materi pendidikan dan praktek kerja jurusan terkait akan diserahkan kepada pihak Formosa Teknologi Sentral. Ke depannya juga diharapkan dapat menambah sistem pengontrolan secara otomatis, sistem pengaturan proses pendinginan dan lain sebagainya.

        Kao Ying-chang yang juga menjabat sebagai anggota dewan untuk Dewan Urusan Perantauan Tionghoa, sekaligus adalah Chairperson dari Intermesindo Forging Prima, pada 3 tahun silam telah melakukan kunjungan ke kota Tangerang yang lebih dekat dengan kota Jakarta, dan membuka Formosa Teknologi Sentral. Pihaknya melakukan upaya impor produk mesin, sarana prasarana yang terbaru yang dimiliki oleh Taiwan, termasuk juga dengan guru pengajar terkait, sehingga semua yang dipersiapkan tersebut, mampu memberikan pelatihan dan pembelajaran bagi para pelajar muda.

        Adapun ke dua belah sebenarnya hendak melakukan upaya pendatanganan kerjasama tersebut pada bulan Maret yang telah berlalu, namun karena serangan pandemik COVID-19 yang terus merebak di dunia, maka kegiatan barulah dapat digelar pada tanggal 16 Juli ini. Kao Ying-chang menjelaskan jika program perekrutan pelajar baru juga telah mulai dibuka belakangan ini, dan tahun ajaran baru akan baru mulai dibuka pada bulan September yang akan datang. Adapun tim pelatihan yang telah dipersiapkan oleh pihak Formosa Teknologi Sentral, maka kini telah benar-benar akan mulai memainkan peran penting dalam tugas yang telah diberikan tersebut,

        Kao Ying-chang mengemukakan jika sebelumnya cara yang dilakukan oleh pihak Formosa Teknologi Sentral adalah dengan lebih mengutamakan pelatihan terhadap para pelajar yang berada dalam jurusan permesinan di kampus yang ada, kelak tentu ke depannya akan ditambah lagi dengan pelatihan bidang pengontrolan suhu udara dan sistem pendingin ruangan yang ada.

        Ia menjelaskan bahwa pelajar-pelajar yang lulus dari Politeknik Negeri Jakarta, mendapatkan pengakuan yang tinggi dari Formosa Teknologi Sentral. Sementara itu di sisi lainnya, Formosa Teknologi Sentral juga memiliki sarana dan prasarana pendukung pelatihan melakukan perrekrutan para pengajar asing untuk dapat berperan sebagai guru pembimbing. Dengan adanya hubungan kerjasama tersebut, maka akan mampu membuahkan atau melengkapi persyaratan sistem hasil satu tambah satu menjadi lebih besar dari dua. Hal yang paling utama adalah bagaimana langkah transfer teknologi dari Taiwan ke Indonesia yang bisa dilakukan secara bertahap.

        Rektor Politeknik Negeri Jakarta, Zainal Nur Arifin dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa paket pendidikan teknologi ini juga meliputi bidang teori, pelatihan dan pembelajaran bagi para pelajar agar dapat lulus dari sekolah, lantas kemudian bisa terus menggalang kersama dengan pihak Formosa Teknologi Sentral, terutama dalam hal penyediaan data informasi yang sekiranya dibutuhkan oleh para pelajar saat hendak mencari pekerjaan.

        Pihak Kantor Perwakilan Taiwan atau TETO di Indonesia juga menyebutkan jika Formosa Teknologi Sentral hanya satu-satuya yang benar-benar mengimplementasikan sistem penggunaan mesin industri secara nyata dan juga tempat pelatihan bagi para pelajar magang. Selama 2 tahun terakhir ini, juga telah turut mmeberikan lapangan pekerjaan bagi sebanyak 2.000 teknisi teknoloi asal Indonesia. Adapun hasil yang diperoleh justru mendapat pujian dan diakui langsung oleh Kementerian Pendidikan Indoneia, sehingga hal ini semakin menjdi alasan yang kuat dalam terus melanjutkan hubungan kerjasama yang saling menguntungkan tersebut.

        Hsiao, Chen-Huan menjelaskan bahwa di Taiwan sendiri banyak terdapat guru-guru profesional, namun karena jumlah pelajar yang terus mengalami kondisi pengurangan dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini, maka kebutuhan akan pengajar yang pro dan baik yang kini sangat dibutuhkan oleh Indonesia juga mampu diisi oleh pihak teknisi berpengalaman yang dimiliki oleh pihak Taiwan. Hal ini tentu juga turut akan menarik lebih banyak minat upaya investasi dari pengusaha Taiwan ke Indonesia, mendapatkan SDM yang berkualitas dan berpengalaman, yang mana akan menjadi sebuah bantuan yang sangat besar bagi pihak Taiwan.

        Kepala Bidang Urusan Ketenagakerjaan Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Indonesia, Wikan Sakarinto menyampaikan jika Taiwan dan Indonesia, sama-sama memiliki kemampuan di dalam hal yang berbeda, degan menjalin hubungan kerjasama yang lebih erat lagi, maka tentu akan menciptakan kondisi win-win solution bagi ke dua belah pihak. Terlebih-lebih dengan semakin membesarnya tekanan yang dimiliki oleh Indonesia dalam bidang pendidikan, maka dirinya berharap jika Formosa Teknologi Sentral dan Rektor Politeknik Negeri, bisa menjalin sebuah tali silahturahmi hubungan kerjasama yang berkesinambungan.

Komentar

Terbarumore