Bantuan Kemanusiaan, Pakar AS: Taiwan Simbol Mercu Suar Demokrasi dan HAM

  • 03 July, 2020
  • 譚雲福
Bantuan Kemanusiaan, Pakar AS: Taiwan Simbol Mercu Suar Demokrasi dan HAM

(Taiwan, ROC) – Setelah diberlakukannya UU Keamanan Nasional Hongkong, Taiwan membentuk program bantuan kemanusiaan untuk Hongkong, kalangan akademisi Amerika Serikat dalam Foreign Policy memuat artikel mengenai bantuan kemanusiaan Taiwan untuk Hongkong, yang menandakan Taiwan sebagai simbol mercu suar menjadi kawasan yang memancarkan demokrasi dan HAM, satu langkah unik yang dilakukan Taiwan memperjuangkan demokrasi.

Setelah pemerintah Beijing memaksakan untuk memberlakukan UU Keamanan Nasional Hongkong, masyarakat internasional di antaranya Inggris, Amerika Serikat, Australia mulai mengkhawatirkan keamanan warga Hongkong yang sedang memperjuangkan HAM, beberapa negara tersebut mengeluarkan pernyataan kesediaan mereka untuk memberikan suaka kepada warga Hongkong.

Selang beberapa waktu setelah Presiden Tsai Ing-wen dilantik untuk melanjutkan masa pemerintahannya pada bulan Mei, Beliau menginstruksikan agar Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC) merumuskan program peduli dan bantuan kemanusiaan untuk Hongkong, dalam laman facebook Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, akan memberikan bantuan nyata bagi warga Hongkong. MAC pada tanggal 1 Juli secara resmi membentuk kantor layanan perlindungan warga Hongkong, pada hari pertama ada sebanyak 180 telepon dan surat yang masuk.

Foreign Policy kemarin (2/7) memaparkan analisa mengenai perbedaan antara Taiwan-Korea menerima pengungsi, yang ditulis oleh Associated Professor dari University of Texas at Austin, Sheena Chestnut Greitens dan asisten dosen pengajar University of Missouri berkewarganegaraan Korea, Aram Hur.

Dalam tulisan menerangkan, beberapa waktu terdekat ini Taiwan juga mengulurkan bantuan kemanusiaan kepada warga Hongkong, Taiwan mengadopsi metode unik yang berbeda dari Asia atau negara lainnya, dan mampu mengubah bentuk kekuatan regional.

Berbeda dengan bantuan dari Korea Selatan untuk Korea Utara memberikan bantuan kepada sesama suku etnis, bantuan yang diprogramkan Taiwan adalah bantuan kemanusiaan, bertujuan membantu mereka yang memperjuangkan demokrasi dan HAM, inilah keunikan dari bantuan kemanusiaan yang diberikan Taiwan untuk Hongkong.

Dalam tulisan mengemukakan, perbedaan ini yang mencerminkan perbedaan identitas antara Taiwan dan Korea dalam beberapa tahun terakhir ini, seiring dengan pergantian era dan demokratisasi, pendukung status quo untuk hubungan lintas selat dan demokrasi Taiwan semakin mendekati kesepakatan bersama. Langkah terbaru dari Presiden Tsai Ing-wen yang memperkuat kewarganegaraan juga diakui, Taiwan tidak lagi mengadopsi metode “Suku etnis atau pan-Asia” yang dilakukan pada masa lalu, melainkan menjadikan diri sebagai negara yang demokratis.

Komentar

Terbarumore