MAC: Wartawan Media SETV Dideportasi Akibat Melanggar Peraturan Taiwan

  • 03 July, 2020
  • 譚雲福
MAC: Wartawan Media SETV Dideportasi Akibat Melanggar Peraturan Taiwan

        (Taiwan, ROC) – Sebelumnya ada seorang legislator yang menyampaikan kepeduliannya atas keberadaan media asal Daratan Tiongkok yang membuka cabang pelayanan di Taiwan, memproduksi dan menayangkan acara televisi yang berunsurkan dialog politik, antara lain CCTV, FJTV dan SETV. Wakil Kepala MAC Chiu Chui-cheng pada hari Jumat tanggal 3 Juli menyampaikan bahwa ada dua wartawan dari media SETV yang telah melanggar peraturan “Hal-hal yang harus diperhatikan bagi para wartawan asal media Daratan Tiongkok” dan juga peraturan “Perizinan masuk ke Taiwan bagi warga asal Daratan Tiongkok”, sehingga pihak pemerintah Taiwan tidak akan memberikan izin tinggal kembali bagi ke dua wartawan tersebut. Chiu Chui-cheng menjelaskan bahwa dalam masa tinggal ke dua wartawan SETV asal Daratan Tiongkok tersebut, apakah benar-benar telah melanggar peraturan seperti yang disebutkan, kini kasusnya telah berada dalam tahap penanganan dan penyelidikan oleh instansi Kementerian Kebudayaan terkait.

        Chiu Chui-cheng mengatakan, “Merujuk pada data informasi yang ada, terkait wartawan yang diutus tinggal di Taiwan dari pihak media SETV, karena telah melanggar peraturan yang ada, maka pihak yang berwajib memutuskan untuk tidak memberikan perpanjangan izin tinggal, tidak akan memperpanjang masa tinggal, dan diprediksi kedua wartawan akan dideportasi dalam kurun waktu tiga hari terhitung dari saat ini.”

        Adapun ke dua wartawan media asal Daratan Tiongkok diberitakan telah meninggalkan Taiwan pada hari Jumat tanggal 3 Juli pukul 11:25 dengan naik pesawat dari maskapai penerbangan Xiamen Air. Saat mereka tengah menantikan pesawat, sempat diwawancarai oleh media dan menyebutkan jika masa waktu tinggal yang hanya tersisa 48 jam sangat tidak mencukupi, terlebih-lebih masih harus melakukan penyerahan tugas tanggung jawab kepada rekan lainnya. Akan tetapi menanggapi pelanggaran yang terjadi, mereka menyatakan sangat menyayangkan terjadinya hal tersebut.

        Perdana Menteri Su Tseng-chang saat diwawancarai oleh media menyampaikan bahwa pemerintah Taiwan selalu terbuka untuk menerima kedatangan wartawan dari berbagai negara, akan tetapi ke dua wartawan tersebut telah melanggar peraturan yang ada, tidak menepati janji tugas yang sebelumnya disebutkan, sehingga keputusan pemberian sanksi tersebut hanya sebuah kebetulan saja.

        Chiu Chui-cheng menyampaikan kembali jika pemerintah menyambut baik setiap hubungan yang sehat antar selat, termasuk interaksi pertukaran berita, namun tentu harus sesuai dengan peraturan yang ditetapkan dan mematuhi undang-undang yang berlaku.

Komentar

Terbarumore