Timbal Balik Pembukaan Perbatasan Kemenlu: Masih Berisiko Penularan

  • 30 June, 2020
  • 曾秀情
Timbal Balik Pembukaan Perbatasan Kemenlu: Masih Berisiko Penularan

(Taiwan, ROC) -- Terkait Uni Eropa belum memasukkan Taiwan ke dalam daftar negara yang diberikan pelonggaran masuk, juru bicara Kementerian Luar Negeri, Joanne Ou merespon dengan mengemukakan, salah satu unsur pertimbangan penting pembukaan perbatasan dari Uni Eropa adalah “timbal balik”, untuk itu kita harus memikirkan hal tersebut, “ketika mereka ingin saling timbal balik, apakah kita dapat membuka perbatasan kita?” hal ini berkaitan dengan standar ilmiah dan masalah teknis, pemerintah juga memiliki pertimbangan menjamin kesehatan dan keamanan warga negaranya.

Pembukaan perbatasan Uni Eropa kepada negara di luar Uni Eropa tetapi tidak memasukkan Taiwan ke dalam daftar namanya, juru bicara kemenlu Joanne Ou hari Selasa (30/6) kembali menyampaikan, indikator pengamatan sebagai pertimbangan untuk diberikan pelonggaran pembukaan perbatasan dari Uni Eropa seperti perkembangan wabah negara bersangkutan, perkiraan perbandingan kesehatan umum, apakah menggunakan cara saling timbal balik dengan Uni Eropa dan lainnya, “timbal balik” inilah yang menjadi salah satu unsur pertimbangan penting dari Uni Eropa.

Joanne Ou menegaskan, berhubunga situasi pandemi COVID-19 di benua Eropa belum stabil, masih ada resiko penyebaran apabila pihak Taiwan membuka perbatasan.

Joanne Ou mengatakan, “Anda membuka perbatasan, apakah saya juga harus membuka perbatasan? masih banyak hal yang harus dipertimbangkan dan dibahas, untuk itu bukan hanya mengatakan nama kita tidak ada dalam daftar, sedangkan mereka berharap saling timbal balik, tetapi adalah apakah kita juga membuka perbatasan bagi negara-negara ini.”

Dunia luar yang mengkaitkan “diplomasi masker mulut” dengan belum dimasukkannya nama Taiwan dalam daftar nama negara yang dibuka perbatasannya, mengkritik keberhasilan dari diplomasi masker mulut, Joanne Ou menyampaikan, berharap dunia luar dapat melihat bahwa sumbangan masker mulut Taiwan karena Taiwan sebagai salah satu bagian dari penghuni dunia ini yang harus saling membantu pada sesama tanpa mengungkit politik dan juga tidak meminta balas budi, “Bukan karena kita menyumbang masker mulut maka kita berharap Anda menerima sebagai negara pertama yang dibuka perbatasannya.

Komentar

Terbarumore