Pengusaha Taiwan Mendistribusikan Alat Uji Klinis COVID-19 ke Kawasan dan Pulau Terpencil di Taiwan

  • 22 May, 2020
  • 曾秀情
Pengusaha Taiwan Mendistribusikan Alat Uji Klinis COVID-19 ke Kawasan dan Pulau Terpencil di Taiwan

(Taiwan, ROC) --- Rumah sakit yang tersebar di seluruh penjuru Pulau Taiwan memiliki kapasitas untuk melakukan tes asam nukleat (nucleic acid testing, NAT), guna memeriksa apakah seseorang terinfeksi COVID-19. Namun demikian, fasilitas di luar pulau Taiwan dikabarkan tengah mengalami kekurangan fasilitas peralatan dan tenaga kerja. Setelah memperoleh persetujuan dari Food And  Drug Administration (FDA), beberapa pengusaha swasta Taiwan menyumbangkan 5 fasilitas pemeriksaan asam nukleat kepada pemerintah. Selanjutnya, 5 peralatan tersebut didistribusikan kepada instansi kesehatan yang terletak di luar pulau Taiwan oleh pihak Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) pada tanggal 22 Mei 2020.

Guna memenuhi kebutuhan peralatan dan obat-obatan di tengah pandemi COVID-19, pihak FDA mendorong para produsen kesehatan untuk berinvestasi mengembangkan fasilitas pendukung kesehatan. Sebelumnya, sebuah alat analisa tes asam nukleat yang diproduksi oleh pengusaha lokal telah mendapat persetujuan dari otoritas terkait. Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) juga telah mengirimkan peralatan dan fasilitas terkait ke kawasan terpencil di luar pulau Taiwan.

Ketua Bidang Penelitian dan Inspeksi FDA, Wang Po-yu menyampaikan, dahulu pemeriksaan asam nukleat membutuhkan proses "pra-prosedur", sebelum memasuki tahap pengujian lebih lanjut. Namun kini, produsen Taiwan berhasil mengembangkan "alat analisa asam nukleat otomatis" yang telah mendapatkan persetujuan dari FDA. Dengan inovasi terbaru ini, hanya dibutuhkan waktu selama 85 menit untuk mengetahui apakah seseorang tertular virus korona.

Wang Po-yu mengatakan, "Ia menggunakan teknologi Magnetic Beads, yang mana ini terlapisi oleh elemen silikon. Silikon-silikon ini memungkinkan asam nukleat lebih cepat terserap, dan kemudian kami akan membilasnya dengan menggunakan larutan dapar (buffer solution). Selanjutnya, baru dapat dianalisa dengan menggunakan mesin."

Wang Po-yu melanjutkan, dikarenakan kawasan terpencil di luar pulau Taiwan tidak dilengkapi fasilitas pemeriksaan kesehatan layaknya di pulau Taiwan, sehingga diharapkan dengan didistribusikan alat ini dapat meningkatkan efisiensi dan waktu pengujian.

Wang Po-yu mengatakan, "Alat-alat ini telah dikirim ke Penghu, Kinmen, Lienchiang, Lanyu dan Green Island. Dengan mendistribusikan ke 5 kawasan ini, fasilitas kesehatan dapat merata ke seluruh kawasan Taiwan, termasuk di luar pulau."

Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan (MOHW) menyampaikan, pemerintah akan terus memperhatikan perkembangan situasi epidemi dan rantai industri dalam negeri. Selain memastikan pasokan medis dalam negeri memadai, MOHW akan terus berupaya membangun tim nasional untuk meningkatkan mekanisme pencegahan epidemi.

Komentar

Terbarumore