Bagaimana Mengabsen Kerja di Rumah? MOL Berikan Penjelasan

  • 03 April, 2020
  • 曾秀情
Kerja di Rumah

(Taiwan, ROC) -- Pandemi COVID-19 yang terus merebak, banyak perusahaan yang mulai menjalankan work from home (WFH) atau kantor jarak jauh, tetapi bagaimana aturan main kerja terkait yang mungkin membuat majikan tidak begitu mengerti, untuk itu Kementerian Ketenagakerjaan hari Jumat (3/4) memberikan penjelasan pada pertanyaan yang paling banyak diajukan seperti terkait pengaturan jam kerja, bagaiman catatan kehadiran kerja dan lainnya.

Sudah ada 300 lebih kasus COVID-19 di Taiwan, tidak sedikit perusahaan yang berjaga-jaga  mengantisipasi bila kantor atau perusahaannya terjangkit dengan melakukan simulasi kerja, tetapi untuk pengaturan waktu kerja, absen kehadiran dan cakupan lainnya masih banyak majikan belum jelas peraturannya.

Kementerian Ketenagakerajaan (MOL) hari Jumat (3/4) mengunggah di media sosial FB satu persatu penjelasan seperti untuk pembagian waktu kerja, Kementerian Tenaga Kerja menyampaikan, tenaga kerja dan majikan yang menentukan untuk itu kedua belah pihak seharusnya membicarakan terlebih dulu dan mendapat kesepakatan. Terkait situasi absen kehadiran, bisa menggunakan catatan yang dibuat oleh tenaga kerja, dapat menggunakan catatan pemberian kerja dan melalui kesepakatan dari kedua belah pihak.

Mengenai daftar absen tenaga kerja, bagaimana cara yang digunakan oleh pihak majikan, MOL mengemukakan, daftar absen tidak melulu dibatasi dengan tanda tangan kehadir atau kartu absen. Bisa juga menggunakan video call atau telepon sebagai ajuan daftar hadir seperti APP, telepon, absen melalui telepon genggam, laporan via internet, daftar hadir tamu, aplikasi video call dan lainnya semua dapat digunakan sebagai alat untuk mengabsen.

Selain itu, setelah pulang kerja saat kerja di rumah atau kantor jarak jauh kemudian dapat panggilan kerja lagi, apakah ini dapat mengajukan lembur? MOL mengemukakan, secara normalnya setelah jam kerja berakhir tetapi karena kebutuhan kerja sehingga majikan memperpanjang waktu kerja, pada saat pekerjaan selesai seharusnya melaporkan pada majikan sehingga pihak majikan juga dapat mencatat dalam daftar absen dan memberikan uang lembur.

Wakil Divisi Kesetaraan Ketenagakerjaan – MOL, Huang Wei-chen ketika menerima wawancara pada hari Jumat (3/4) mengemukakan, banyak perusahaan yang sejak awal telah menanyakan masalah terkait peraturan absen kerja dalam masa pencegahan pandemi, MOL juga pernah mengumumkan “panduan prinsip waktu kerja”, para pengusaha atau majikan dapat mengikuti prinsip-prinsip yang ada di sini. Huang Wei-chen juga mengungkapkan, berdasarkan hukum dasar ketenagakerjaan, apabila majikan melanggar peraturan yang ditetapkan maka akan dikenakan sanksi denda NTD20 ribu hingga NTD1 juta.

Komentar

Terbarumore