Media Asing: Kekuatan Dukungan Bagi Taiwan Masuk WHO Sangat Besar

  • 02 April, 2020
  • 譚雲福
Media Asing: Kekuatan Dukungan Bagi Taiwan Masuk WHO Sangat Besar

        (Taiwan, ROC) – Tugas penanganan pencegahan pandemi COVID-19 yang terus mengganas di seluruh dunia, yang tengah dilakukan oleh Taiwan, mendapat pengakuan dari dunia internasional. Berbagai media di belahan bumi Eropa memuji Taiwan sebagai contoh terbaik bagi dunia dalam hal tugas pencegahan pandemi terkait. Media The National Interest dari Amerika juga merilis laporan bahwa kekuatan dukungan dari Uni Eropa bagi Taiwan agar dapat bergabung masuk ke dalam keanggotaan WHO sangat besar, dimana kekuatan dukungan ini tidak pernah ditemukan sebelumnya.

        Dalam laporan yang dirilis oleh The National Interest, dengan tajuk “Mengapa Eropa seharusnya mendukung keikutsertaan dalam Organisasi Kesehatan Sedunia terkait langkah dan respon Taiwan terkait pandemi COVID-19”, dan laporan yang dirilis tersebut ditulis oleh CEO Global Taiwan’s Institute, Russel Hsiao dan peneliti Katherine Schultz.

        Dalam laporan disebutkan jika letak geografis Taiwan yang sangat dekat dengan Daratan Tiongkok, dan jutaan turis yang hilir mudik antar selat setiap tahunnya, selain itu Taiwan yang termarginalisasikan dari keanggotaan WHO, justru semakin menunjukkan keberhasilan Taiwan dalam menangani wabah penyakit yang merebak.

        COVID-19 yang kini terus merebak masuk ke negara-negara di benua Eropa, banyak media Eropa yang terus memberitakan keberhasilan Taiwan dalam hal penanganan pandemi terkait. Di Inggris, ada media yang melaporkan jika Taiwan yang memiliki pengalaman dalam hal penanganan epidemi SARS sebelumnya, dan kesigapan seluruh jajaran di baris terdepan, telah mampu membatasi penyebaran virus dan juga memperkecil kemungkinan terjangkitnya virus sekaligus menstabilkan jumlah kasus positif terinfeksi. Di Jerman, media Suddeutsche Zeitung memaparkan jika dibandingkan dengan langkah pencegahan yang dilakukan oleh pihak Daratan Tiongkok, maka Taiwan boleh disebut melakukan pencegahan lebih menyeluruh, ditambah lagi dengan kecekatan Taiwan di saat pertama kali ditemukannya kasus, sehingga mampu menjalankan fungsi pencegahan lebih baik, serta krisis ini tidak memberikan dampak pengaruh terhadap putusnya rantai kehidupan sosial di Taiwan.

        Media di Ceko dan warga asing yang tengah menetap di Taiwan mengemukakan tentang mengapa jumlah kasus positif terinfeksi di Taiwan sangat rendah, dimana hal ini juga menyangkut masalah komunikasi yang efektif dengan warga, peran penting yang dimainkan oleh Pusat Komano Epidemi Sentral (CECC), jaminan asuransi kesehatan nasional yang berkualitas, terus melakukan pengukuran suhu tubuh dan pemantauan terhadap setiap warga negara yang keluar masuk di lokasi padat, pengendalian dan pengadaan masker bagi kebutuhan publik, dan semua hal ini jelas telah menunjukkan jika masyarakat umum sangat mengikuti petunjuk yang diberikan oleh CECC, mematuhi setiap langkah antisipasi dan pengertian masyarakat akan usaha pemerintah.

        Media berita di Prancis, Belgia, Slovakia, Belanda dan Polandia, juga terus memberitakan langkah penanganan medis yang dilakukan oleh Taiwan kepada Eropa.

        Media di Slovakia menyayangkan sikap kurang peduli nya para petinggi Eropa terhadap pengalaman yang ada saat ini, hanya Republik Ceko yang memiliki langkah cara berlainan. Walikota Praha Zdenek Hrib dalam cuitannya di akun Twitternya menyebutkan turut memuji atas peralatan medis yang didapatkan dari Taiwan terkait pencegahan pandemi, dan akan menggunakan cara yang telah lolos uji sebelumnya serta bukan hanya asal sibuk semata.

        Dalam laporan yang dirilis disebutkan jika Uni Eropa selalu memberikan dukungan bagi Taiwan untuk dapat bergabung ke dalam WHO, mulai dari tahun 1999, 2002, 2003 dan 2006, dengan menyarankan agar Taiwan dapat bergabung ke dalam WHO dengan status sebagai pengamat. Namun pada tahun 2004, guna menghindari ketidaksepahaman dengan Daratan Tiongkok, maka Rapat Uni Eropa tidak menyetujui Taiwan bergabung dengan status sebagai pengamat. Dan hingga tahun 2019, Taiwan barulah kembali mendapatkan kekuatan dukungan yang tidak pernah ada sebesar ini sebelumnya.

        Adapun dukungan yang berkelanjutan ini, berkemungkinan disebabkan dengan semakin meningkatnya hubungan kerjasama dan juga interaksi yang dilakukan antara Taiwan dengan pihak Eropa dan Amerika. Selain itu juga berkemungkinan dikarenakan, ketidakpuasan pihak Uni Eropa akan sikap diktator perpolitikan Daratan Tiongkok, dan di sisi lain asas kebebasan berdemokrasi yang dimiliki oleh Taiwan juga terus menarik perhatian masyarakat dunia.

Komentar

Terbarumore