Informasi Wabah Membinggungkan AIJ Indonesia Imbau Pemerintah Tingkatkan Transparansi Informasi

  • 30 March, 2020
  • 鄭蕙玲
petisi AIJ meminta pemerintah Indonesia memberikan informasi terkait COVID-19 secara transparan.

(Taiwan, ROC) -- Aliansi Jurnalis Indonesia (Alliance of Independent Journalists, AIJ) beberapa hari ini mengumpulkan petisi untuk meminta agar pemerintah tidak menyembunyikan atau penundaan langkah pencegahan terkait dengan perlawanan terhadap pandemi, tindakan pencegahan dan informasi terkait virus korona baru (COVID-19) dari pemerintah diragukan. Informasi pandemi yang membingungkan membuat masyarakat tidak percaya pada pemerintah, untuk itu meminta agar pemerintah Indonesia memberikan informasi yang transparan. 

AIJ yang mengajukan petisi melalui change.org meminta Presiden Indonesia, Joko Widodo, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Kesehatan untuk memberikan informasi terkait pandemi secara terbuka dan transparan.

Pemerintah Indonesia mengumumkan jumlah kasus COVID-19 hingga tanggal 29 Maret sebanyak 1.285 kasus, jumlah kasus meninggal 114 orang. Pada awalnya Kementerian Kesehatan yang bertanggung jawab dalam mengatasi wabah ini, setelah wabah semakin merebak Presiden Jokowi mengutus BNPB membentuk tim cepat tanggap wabah dan pemerintah sendiri yang menjadi jendela informasi wabah. AIJ mengemukakan, apa yang diinformasikan dari pusat tidak sama dengan yang diumumkan pemerintah daerah. 

Salah satunya satu kasus meninggal di Cianjur - Jawa Barat, pemerintah pusat memberitahukan bahwa hasil tes laboratorium negatif sementara pemerintah daerah Jawa Barat mengatakan positif.

Petisi menyampaikan, berhubung Kementerian Kesehatan pernah menginstruksikan apabila hasil tes laboratorium dikonfirmasi positif, hasil ini hanya dapat diumumkan oleh Kementerian Kesehatan. Timbulnya informasi yang membinggungkan ini membuat masyarakat meragukan pemerintah juga beranggapan kemungkinan pemerintah menyembunyikan wabah.

AIJ juga mengimbau pemerintah selain mengumumkan jumlah kasus terkonfirmasi dan kasus meninggal juga harus mengumumkan lokasi dan jejak kegiatan kasus perorangan, dengan demikian pemda baru dapat bekerja sama dengan pemerintah pusat dalam upaya mengantisipasi wabah, masyarakat juga dapat mengetahui bagaimana menghindar resiko, dan informasi tidak lagi membingungkan.

AIJ mengemukakan, ada seorang pakar dari Bandung yang memperkirakan pada pertengahan April mendatang jumlah kasus di Indonesia akan melebihi 8 ribu kasus, pemerintah harus benar-benar melakukan persiapan dengan baik.

Mengikuti imbauan pemerintah agar masyarakat kurangi keluar rumah, dan prinsip pencegahan epidemic adalah menjaga jarak sosial, BNPB telah mengelar jumpa pers secara online pada pertengahan Maret lalu dan menambahkan bagian pertanyaan dari wartawan dalam situsnya, tetapi kebanyakan dari pertanyaan yang dilemparkan tidak mendapat respon.

Komentar

Terbarumore