Tank pikir merendahkan perkiraan laju ekonomi Taiwan untuk 2020 menjadi 1,5% akibat dampak pandemi Covid-19

  • 26 March, 2020
  • 陳志勇
Tank pikir merendahkan perkiraan laju ekonomi Taiwan untuk 2020 menjadi 1,5% akibat dampak pandemi Covid-19

(Taiwan, ROC) - Institut Riset Yuanta-Polaris, salah satu lembaga tank pikir ekonomi terkemuka di Taiwan, merendahkan perkiraan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Taiwan untuk 2020 menjadi 1,5% akibat dampak dari pandemi Covid-19.

Yuanta-Polaris mengatakan perkiraan terbaru mencatat penurunan 0,7% dari perkiraan September 2019, pasalnya Taiwan tidak mungkin mengisolasi diri dari dampak global yang disebabkan oleh Covid-19, yang berawal dari kota Wuhan di Tiongkok pada akhir Desember lalu dan dengan cepat menyebar ke seluruh dunia.

Selangkah dengan lembaga tank pikir lain, Yuanta-Polaris memangkas perkiraan laju ekonomi Taiwan untuk 2020 menjadi di bawah 2% setelah memperhitungkan penyebaran COVID-19.

Pekan lalu, Bank Sentral Taiwan menurunkan perkiraan pertumbuhan PDB Taiwan untuk 2020 menjadi 1,92% dari perkiraan sebelumnya 2,57% yang dibuat pada bulan Desember.

Pada awal Maret, Standard Chartered mengumumkan prakiraan bahwa PDB Taiwan akan tumbuh 1,9% pada tahun 2020, berkurang sedikit dari perkiraan sebelumnya sebesar 2,25 yang dibuat pada awal Februari.

Presiden Yuanta-Polaris Liang Kuo-yuan (梁國源) mengatakan, penyebaran virus telah mendorong banyak konsumen di Taiwan untuk tidak keluar rumah, dan menyebut bahwa dampak pada bisnis akan mengarah pada peningkatan jumlah pekerja yang dipaksa cuti tanpa gaji.

Selain itu, kata Liang, lockdown yang diberlakukan oleh Tiongkok dan banyak negara lain untuk menahan penyebaran virus telah mengganggu ekspor dan impor Taiwan.

Akibatnya, Yuanta-Polaris telah memangkas perkiraan untuk konsumsi swasta Taiwan dan pertumbuhan investasi swasta untuk tahun 2020 menjadi masing-masing 1,04% dan 2,79%, turun dari perkiraan sebelumnya 2,00% dan 3,08%.

Menurut Liang, bagaimana ekonomi global akan berkembang tahun ini akan tergantung pada penanganan pandemi Covid-19, dan kemakmuran tidak mungkin bangkit kembali sebelum kuartal ketiga atau bahkan kuartal keempat.

Dalam berita bersangkutan, perihal diturunkannya prakiraan laju ekonomi oleh Institut Riset Yuanta-Polaris dan sejumlah tank pikir ekonomi utama lain, termasuk Bank Sentral, Ketua Dewan Perkembangan Nasional (NDC) Chen Mei-ling (陳美伶) menegaskan, pengaruh Covid-19 terhadap ekonomi jauh lebih merumitkan dibandingkan berbagai dampak yang terjadi di masa lampau, pemerintah tidak berhak mengadopsi sikap pesimistis, juga tidak memiliki modal terlampau optimistis, tapi akan mengusahakan dipertahankannya pertumbuhan PDB pada 2% ke atas.

Chen Mei-ling mengatakan, “Kami tentu akan berusaha sepenuhnya mempertahankan laju ekonomi. Harus ditegaskan, kami tidak memiliki hak untuk mengadopsi sikap pesimistis dalam berbagai upaya yang dilaksanakan. Tapi sehubungan dengan terus merebaknya pandemi, kami juga tidak memiliki modal terlampau optimistis.”

Mengenai bagaimana mempertahankan laju ekonomi di atas 2%, Chen mengetengahkan, selain mempromosikan berbagai kebijakan stimulasi dan bantuan, salah satu arah adalah memastikan keuntungan dari transformasi ke era ekonomi digital.

Komentar

Terbarumore