close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pelajar Taiwan Tertingal di Daratan Tiongkok Rapat Seleksi Masuk Perguruan Tinggi 5 Maret

  • 28 February, 2020
  • 曾秀情
Pelajar Taiwan Tertingal di Daratan Tiongkok   Rapat Seleksi Masuk Perguruan Tinggi 5 Maret
Rapat seleksi masuk perguruan tinggi berlangsung 5 Maret

(Taiwan, ROC) Dampak COVID-19 mengakibatkan sebagian besar pelajar Taiwan yang masih berada di Daratan Tiongkok, Hongkong dan Makau, mereka merasa kuatir tidak dapat ikut dalam seleksi masuk perguruan tinggi.  Komisi Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi  (atau Joint Board of College Recruitment Commission, JBCRC) pada hari Jumat ini (28/2) mengatakan, keraguan dari para pelajar yang akan seleksi masuk perguruan tinggi akan dibahas pada tanggal 5 Maret mendatang.

Berdasarkan pendataan dari Kemendik, akibat wabah COVID-19 yang masih berada di Daratan Tiongkok, Hongkong dan Makau, jumlah pelajar di Taiwan berpendidikan di bawah jenjang SMU/SMK berkisar 630 orang. Sementara, pelajar SMU/SMK kelas III pada tanggal 23-24 Maret wajib melapor diri untuk ikut seleksi masuk perguruan tinggi. Para pelajar kuatir akibat pengaruh wabah COVID-19, pada akhir bulan Maret tidak dapat kembali ke Taiwan, dan mengganggu hak kepentingan mereka ikut ujian masuk perguruan tinggi. JBCRC mengatakan, pendaftaran dapat dilakukan secara online, dikaernakan setiap pelajar menghadapi situasi yang berbeda, dianjurkan untuk segera menghubungi pihak sekolah masing-masing. Pihak SMU/SMK juga berinisiatif menghubungi pelajar, yang akan dihimpun sebelum 3 Maret untuk diberikan kepada JBCRC, pada tanggal 5 Maret JBCRC akan membuka rapat pembahasan solusi yang dapat diberikan untuk perguruan tinggi.

Sekjen JBCRC sekaligus wakil Rektor National Tsing Hua University, Tai Nyan-hua (戴念華) mengatakan, JBCRC pada tanggal 13 Februari saat menggelar rapat kelompok kerja, telah membahas langkah-langkah yang akan diambil untuk menanggapi dampak wabah COVID-19, kesimpulan rapat memutuskan meninjau dan mencari solusi untuk permasalahan mengenai pihak sekolah (universitas) yang tidak dapat mengadakan ujian masuk atau sebagian pelajar berhalangan ikut ujian, poin-poin ini akan dibahas pada rapat pertemuan 5 Maret mendatang. Apabila pihak SMU/SMK memiliki permasalahan juga dapat disampaikan dalam rapat tersebut. 

Tai Nyan-hua mengatakan, JBCRC akan menghormati aturan yang ditetapkan oleh pusat komando pencegahan epidemi, mengusulkan masukan yang akan diberikan kepada pihak SMU/SMK untuk membantu para pelajar yang masih tertinggal di luar negeri.

Komentar

Terbarumore