Revisi Peringatan Perjalanan ke Jepang, MOFA: Akan Merujuk Pada Data Aktual di Lapangan

  • 25 February, 2020
  • 尤繼富
Revisi Peringatan Perjalanan ke Jepang, MOFA: Akan Merujuk Pada Data Aktual di Lapangan

(Taiwan, ROC) --- Di tengah wabah COVID-19 yang kini terus merebak di negara Jepang, membuat beberapa pihak luar mempertanyakan kemungkinan untuk meningkatkan status kunjungan wisata ke Negeri Matahari Terbit tersebut. Pada tanggal 25 Februari 2020, juru bicara Kementerian Luar Negeri (MOFA), Joanne Ou menyampaikan, untuk saat ini MOFA belum akan meningkatkan peringatan kunjungan ke Jepang. Meski demikian, MOFA tetap mengimbau kepada seluruh warga yang ingin berwisata ke Jepang, untuk senantiasa waspada. MOFA juga mendorong para warga untuk selalu mengikuti perkembangan informasi yang tersedia di situs resmi Taiwan Center for Disease Control (CDC). Joanne Ou menambahkan keputusan untuk tidak meningkatkan peringatan wisata ke Jepang, telah berdasar pada faktor-faktor penentu dan perhitungan yang akurat. Selain itu, MOFA juga telah merujuk kepada peringatan perjalanan yang diterbitkan beberapa negara maju terhadap wisatawan mereka yang hendak bertandang ke Jepang.

Joanne Ou menambahkan, pihak pemerintah akan senantiasa meninjau dan mengevaluasi kembali seluruh peringatan perjalanan keluar negeri, yang berdasar pada 3 standar utama.

Joanne Ou mengatakan, "Aspek pertama adalah evaluasi dari tim profesional CDC kami. Kedua adalah cara negara tersebut mengontrol penyebaran epidemi. Untuk poin kedua ini, kami akan mempertimbangkan seluruh aspek subjektivitas dan objektivitas yang ada. Ketiga, kami akan merujuk kepada peringatan perjalanan yang diterbitkan oleh beberapa negara besar di dunia. Salah satu indikator utama kami adalah unit CDC Amerika Serikat, Inggris dan Uni Eropa. MOFA akan meninjau dan mengevaluasi apakah ketiga kawasan tersebut telah mengeluarkan peringatan perjalanan terhadap negara tertentu".

Joanne Ou menyampaikan, baru-baru ini menerima laporan dari 2 warga Taiwan yang terpaksa di tahan di Moskow, Rusia. Penahanan mereka bermula dari kekeliruan otoritas setempat yang mengira mereka berdua adalah warga RRT. Keadaan semakin runyam, di saat mereka mengenakan masker mulut. Pemerintah Moskow pun memerintahkan untuk membawa mereka menuju rumah sakit setempat, untuk dilaksanakan prosedur karantina. Permasalahan ini pun terdengar oleh pihak perwakilan Taiwan di Rusia. Setelah melangsungkan negosiasi dengan pihak Rusia, kini Perwakilan Taiwan tengah membantu penanganan barang bawaan kedua warga tersebut dan masalah-masalah lainnya. Sebelumnya, juga diberitakan ada 2 warga Taiwan lainnya yang diminta untuk segera melangsungkan prosedur isolasi setelah diinterogasi di pinggir jalan Kota Moskow. Selain itu, beberapa kekeliruan lainnya juga dilaporkan terjadi di Rusia. Warga-warga Taiwan yang berada di Moskow dilaporkan sempat memperoleh perlakuan yang tidak sewajarnya, karena dianggap berasal dari RRT.

MOFA mengimbau kepada seluruh warga yang hendak berkunjung ke Rusia, untuk senantiasa memperhatikan langkah-langkah pencegahan, terutama menyangkut keselamatan pribadi. Jika membutuhkan bantuan darurat, dapat segera menghubungi Kantor Perwakilan Taiwan yang berada di Rusia.

Selain itu, menanggapi keputusan CDC Amerika Serikat yang menyatakan bahwa penyebaran wabah COVID-19 di Taiwan telah memasuki tahap komunitas (community spread), MOFA menyampaikan telah mengupayakan langkah penjelasan kepada pihak Negeri Paman Sam. Pihak Amerika Serikat juga memahami pertimbangan otoritas Taiwan. Oleh karenanya, Amerika Serikat meminta Taiwan untuk memberikan data informasi yang lebih banyak dan akurat. Di lain pihak, MOFA telah menyediakan informasi yang diminta, dengan harapan Amerika Serikat dapat mempertimbangkan kembali keputusan tersebut. Joanne Ou melanjutkan, kedua pihak kini masih melangsungkan tahap koordinasi yang relevan.

Komentar

Terbarumore