Tionghoa Perantauan Washington Mendesak WHO untuk Menyertakan Taiwan

  • 25 February, 2020
  • 尤繼富
Tionghoa Perantauan Washington Mendesak WHO untuk Menyertakan Taiwan

(Taiwan, ROC) --- Di tengah merebaknya wabah epidemi COVID-19, organisasi-organisasi Tionghoa Perantauan di Washington Amerika Serikat menyatakan dukungannya agar Taiwan disertakan dalam Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dukungan yang didengungkan tanggal 23 Februari 2020 kemarin itu, juga menekankan pentingnya partisipasi Taiwan dalam meningkatkan sistem kesehatan dunia.

Pada tanggal 23 Februari 2020, sejumlah organisasi Tionghoa perantauan di Washington menggelar kegiatan akbar, guna mendukung masuknya Taiwan dalam WHO. Kegiatan tersebut berhasil menarik lebih dari 200 peserta untuk turut berpartisipasi.

Dalam dukungan tersebut tertera, di saat wabah epidemi COVID-19 yang kini terus merebak, seharusnya tidak ada kesenjangan dalam membangun mekanisme kesehatan dunia. Pernyataan tersebut juga menekankan, WHO sudah seharusnya menanggalkan kepentingan politik mereka, dan menyertakan Taiwan dalam mekanisme mereka. WHO juga sudah selayaknya melindungi hak kesehatan 23 juta warga Taiwan. Dengan disertakannya Taiwan dalam WHO, akan dapat membangun sistim perlindungan kesehatan dunia yang mumpuni.

Dalam visi misinya, WHO menyatakan akan mengutamakan standar kesehatan dan melindungi nilai universal setiap individu di dunia. WHO sudah sepatutnya mempertahankan semangat ini dan tidak pantas mencampuradukkan unsur politik, yang kemudian mengesampingkan kepentingan HAM warga Taiwan. WHO juga dinilai telah keliru mencantumkan Taiwan sebagai salah satu kawasan epidemi Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Kekeliruan tersebut telah berimbas pada penangguhan navigasi oleh beberapa maskapai penerbangan di dunia.

Pernyataan tersebut juga menekankan, seluruh lapisan masyarakat Tionghoa Perantauan yang berdomisili di Washington mendukung agar Taiwan disertakan dalam WHO dan WHA. Mereka juga mengutuk keras segala bentuk tekanan yang dilancarkan otoritas RRT, yang membuat Taiwan harus terkecualikan dari organisasi kesehatan global. Di samping itu, mereka juga meminta agar kawasan Taiwan tidak dicantumkan bersama dengan wilayah RRT lainnya.

Kekeliruan WHO tersebut harus berimbas pada terhentinya beberapa jalur navigasi dunia ke Taiwan. Misal dengan keputusan otoritas maskapai penerbangan Italia dan Filipina yang pernah menangguhkan jadwal keberangkatan mereka, yang mana hal tersebut telah merusak hak 23 juta warga Taiwan.

Dukungan tersebut juga menekankan agar WHO sesegera mungkin menyertakan Taiwan dalam kinerja mereka, terutama untuk turut dalam rapat WHA tahun ini. Taiwan sudah seharusnya turut memberikan kontribusi dalam setiap pertemuan, kegiatan dan mekanisme WHO, terutama di saat wabah COVID-19 tengah merebak sekarang ini.

Komentar

Terbarumore