Larangan Perjalanan Warga Taiwan ke Filipina Dicabut

  • 15 February, 2020
  • 譚雲福
Larangan Perjalanan Warga Taiwan ke Filipina Dicabut

(Taiwan, ROC) – Tim kerja antar kementerian Filipina tanggal 14 memutuskan untuk mencabut larangan perjalanan ke Filipina bagi warga Taiwan yang langsung diberlakukan. Pemerintah Filipina memberlakukan larangan perjalanan bagi warga Taiwan pada tanggal 10 Februari 2020 kemarin hal ini membuat pihak Taiwan tidak senang dan memberikan dampak buruk bagi industri pariwisata termasuk tenaga kerja Filipina, untuk itu tidak berapa lama kemudian mencabut larangan ini.

Guna mengantisipasi semakin meluasnya penyebaran COVID-19, Presiden Filipina, Rodrigo Duterte pada tanggal 2 Februari 2020 mengeluarkan larangan warga Filipina berkunjung ke Daratan Tiongkok beserta kawasan administratif khususnya, selain itu juga melarang masuk Filipina bagi mereka yang dalam kurun waktu 14 hari pernah ke kawasan tersebut.

Namun Kementerian Kesehatan Filipina pada tanggal 10 Februari kemarin tiba-tiba mengumumkan, sehubungan dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memasukkan Taiwan sebagai kawasan Daratan Tiongkok untuk itu larangan ini juga berlaku bagi Taiwan. Biro Imigrasi dan Asosiasi Penerbangan Sipil Filipina juga langsung memberlakukan larangan perjalanan bagi warga Taiwan pada malam hari itu juga, hal ini menimbulkan kesulitan bagi warga kedua negara baik yang bekerja maupun yang berwisata.

Termasuk warga Taiwan yang memiliki pasangan warga Filipina, termasuk wakil kepala Taiwanese Chambers in Philippines, Lin Dong-feng, yang berhubung tidak adanya hubungan diplomatik antara Taiwan dan Filipina sehingga mereka hanya bisa memegang visa sementara (Temporary Resident Visa/TRV) maka mereka tidak bisa masuk ke Filipina. Seratus wisatawan yang sudah mendarat di Filipina mengalami kesulitan karena diminta segera membeli tiket lagi agar bisa kembali pulang ke Taiwan. Karena tidak bisa kembali pulang ke Filipina atau khawatir kerja/usahanya akan terpengaruh dengan diberlakukannya larangan ini maka tidak sedikit warga Taiwan yang menyampaikan keluh kesahnya.

Di satu sisi, dalam pertukaran pendapat antara pengusaha Taiwan dan Filipina untuk mencari jalan dan berharap melalui Senat Filipina atau agensi TKA dapat menyampaikan suara Taiwan, ada juga pengusaha Taiwan yang merespon pada Subic Bay Metropolitan Authority (SBMA), bahkan Taiwanese Chambers in Philippines juga berencana akan menemui anggota senat Filipina untuk menyampaikan suara hati mereka; di sisi lain pihak Taiwan juga mempertimbangkan akan menghapus fasilitas bebas visa bagi wisatawan Filipina.

Jumlah wisatawan Taiwan berkunjung ke Filipina menduduki urutan kelima besar, sementara Daratan Tiongkok menduduki urutan kedua, menurun drastisnya wisatawan akibat merebaknya wabah COVID-19 ditambah dengan diberlakukan larangan bagi wisatawan Taiwan diperkirakan untuk industri pariwisata saja untuk bulan 2 hingga 4 mendatang Filipina akan mengalami kerugian sebesar NTD25,5 milyar.

Komentar

Terbarumore