Ketua KMT mengundurkan diri di tengah memanasnya seruan untuk reformasi partai

  • 16 January, 2020
  • 陳志勇
Ketua KMT Wu Den-yah (kiri) mengundurkan diri di tengah memanasnya seruan untuk reformasi partai

(Taiwan, ROC) - Ketua partai Kuomintang (KMT) Wu Den-yih (吳敦義) meletakkan jabatan pada hari Rabu, 15 Januari, di tengah protes yang memanas di luar markas besar oleh anggota muda partai yang menyerukan reformasi setelah kekalahan telak partai dalam pemilihan 11 Januari .

Kandidat presiden KMT Han Kuo-yu (韓國瑜) kalah hampir 20% banding Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) dari Partai Pregresif Demokratik (DPP) dalam pemilihan presiden, sementara KMT hanya memenangkan 38 dari 113 kursi legislatif. Meskipun mencatat peningkatan tiga kursi dan 6% lebih banyak suara dalam pemungutan suara partai, kinerja itu masih jauh di bawah kursi mayoritas yang dijanjikan dicapai oleh Wu.

Untuk memikul tanggung jawab atas kegagalan tersebut, Wu dan anggota partai eselon tinggi lainnya mengundurkan diri secara massal. Mereka yang mengundurkan diri termasuk Wakil Ketua dan Sekretaris Jenderal Tseng Yung-chuan (曾永權) dan Wakil Ketua yakni mantan Walikota Taipei Hau Lung-bin (郝龍斌).

Dalam rapat Komite Tetap Pusat KMT, Wu meminta maaf kepada partai atas kegagalan KMT dalam pemilu kali ini, tetapi mengatakan KMT akan bersatu dan bertahan. KMT pernah kalah di masa lalu, tetapi tidak akan pernah melupakan aspirasi kita, tegas Wu.

Juga pada pertemuan hari Rabu, Komite Pengembangan Organisasi partai merilis sebuah laporan mendaftarkan tujuh faktor kekalahan KMT dalam pemilu, termasuk perasaan yang semakin meningkat akan nasib buruk yang dirasakan oleh rakyat Taiwan, kebijakan antar selat yang gagal merespons kondisi saat ini, serangan terhadap citra Han Kuo-yu, strategi kampanye yang buruk, kurangnya kesatuan partai, kurangnya calon legislator nasional, dan kegagalan untuk mendapatkan dukungan dari pemilih muda.

Sementara itu, di luar markas KMT, mantan ketua Liga Pemuda KMT Lin Chia-hsing (林家興) memimpin sekelompok pengunjuk rasa untuk menyerbu markas besar KMT, menyerukan reformasi partai dalam isu kepemimpinan, nilai, kebijakan antar selat Taiwan dan struktur pengambilan keputusan.

Empat anggota dewan kota dan kabupaten KMT dari Taiwan tengah dan selatan juga mengusulkan rencana reformasi di luar markas partai. Menurut mereka, upaya reformasi harus dipimpin oleh walikota, hakim daerah dan legislator, karena ini adalah pejabat yang dipilih langsung oleh rakyat.

Komentar

Terbarumore