Presiden Tsai Ing-wen Mengumumkan Pemberlakuan UU Anti Infiltrasi

  • 15 January, 2020
  • 譚雲福
Presiden Tsai Ing-wen Mengumumkan Pemberlakuan UU Anti Infiltrasi

        (Taiwan, ROC) – Presiden Tsai Ing-wen berhasil kembali terpilih dan melaju sebagai presiden untuk periode yang ke dua. Hari Rabu tanggal 15 Januari Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan pidatonya di Istana Kepresidenan, ia menyebutkan menstabilkan kondisi kepemerintahan dan politik adalah hal yang sangat penting setelah ajang pemilu berakhir, yang mana nanti satu bulan sejak terpilih kembali maka seluruh jajaran kabinet akan melakukan pengunduran diri secara serantak. Presiden Tsai Ing-wen meminta Su Tseng-chang untuk kembali menjadi perdana menteri, sehingga tidak akan terjadi kekosongan kepemerintahan dan tetap akan menjalankan tugas serta aktivitas administrasi seperti biasanya.

        Selain meminta Su Tseng-chang untuk kembali memimpin Yuan Eksekutif, Presiden Tsai Ing-wen juga mengumumkan secara resmi diberlakukannya “UU Anti Infiltrasi”, yang diloloskan dalam rapat pembacaan tahap ke tiga di Yuan Legislatif tanggal 31 Desember tahun lalu. Presiden Tsai Ing-wen kembali menjelaskan bahwa UU Anti Infiltrasi bukanlah sebuah peraturan yang melarang adanya interaksi pertukaran, karena proses eksekusi pelanggaran UU terkait sangat ketat, yang terpenting adalah tidak menerima bujukan atau perintah dari pihak Daratan Tiongkok, tidak diwakilkan, tidak ada dana subsidi, melakukan lobi secara ilegal, merusak tatanan sistem aksi demonstrasi, melakukan pelanggaran atau memberikan pengaruh terhadap jalannya proses pemilihan umum, maka semua bentuk interaksi pertukaran yang wajar dan rasional tidak akan terpengaruh.

        Namun untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman di dalam masyarakat, maka Presiden Tsai Ing-wen meminta pihak Yuan Eksekutif untuk menjalankan 3 tugas terkait UU Anti Infiltrasi, antara lain terus melakukan promosi dan sosialisasi, melakukan perbaikan pandangan dan pemahaman yang salah yang dimiliki oleh khalayak umum. Pihak Yuan Eksekutif juga hendaknya membentuk satu tim kecil khusus, untuk memudahkan masyarakat mengajukan pertanyaan dan mendapatkan jawaban yang jelas berkenaan dengan bagaimana membedakan hal yang benar atau salah. Di waktu yang bersamaan, pihak Dewan Urusan Daratan Tiongkok atau MAC juga harus membuka sebuah loket pelayanan informasi khusus, sehingga turut dapat mengumpulkan saran dan tanggapan masyarakat umum yang diterima oleh MAC untuk dibahas lebih lanjut.

        Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Meminta para petugas yang ada di garis depan untuk membentuk satu tim kecil khusus, untuk memberikan penjelasan berkenaan dengan tindakan apa sajakah yang dikategorikan melanggar atau tidak, sehingga masyarakat bisa membedakan, memahami, yang terus dilanjutkan dengan tindakan pengawasan berikutnya.”

        Saat pihak media menanyakan tentang pandangan dan langkah konkrit yang akan diambil oleh Presiden Tsai Ing-wen di luar kalimat “Perdamaian, keadilan, demokrasi dan komunikasi” yang disampaikan usai pemilu berakhir, dirinya menjelaskan bahwa dirinya juga menaruh harapan besar untuk bisa memberikan pernyataan terkait hubungan antar selat, dan akan terus memahami pemikiran yang dimiliki oleh pihak Daratan Tiongkok. Dirinya berharap agar pihak pemerintah Daratan Tiongkok dapat memahami hasil pemilu yang ada, mengetahui jawaban yang diberikan oleh masyarakat Taiwan dalam pemilu, sehingga bisa dijadikan sebagai bagian rujukan pengusungan program atau instropeksi diri.

Komentar

Terbarumore