Presiden Tsai Terpilih Kembali Media AS : Hantaman Besar bagi Beijing

  • 15 January, 2020
  • 譚雲福
Presiden Tsai Terpilih Kembali Media AS : Hantaman Besar bagi Beijing

(Taiwan, ROC) – National Review, majalah dwi-mingguan Amerika Serikat dalam artikel dari majalah yang diterbitkan tanggal 14 menuliskan, Presiden Tsai Ing-wen dalam pemilu 2020 dengan luar biasa menang dan berhasil meneruskan jabatannya, hal ini merupakan hantaman besar bagi pemerintah Beijing, juga menunjukkan kegagalan intervensi Daratan Tiongkok pada negara-negara lainnya.

Dalam artikel National Review yang dituliskan oleh Helen Raleigh mengemukakan, aksi demo ekstradisi Hongkong memicu rakyat Taiwan untuk keluar memberikan suaranya dalam pemilu, mempertahankan kebebasan dan demokrasi, ini merupakan salah satu unsur sehingga Presiden Tsai Ing-wen dapat menang dengan perolehan suara luar biasa tinggi dan berhasil meneruskan jabatannya.

Sementara pihak pemerintahan Beijing pada satu sisi yang mengancam Taiwan dengan militernya, di sisi lain ingin menguasai perekonomian Taiwan melalui strategi kebijakan politik. Pemimpin Daratan Tiongkok, Xi Jin-ping terus menggunakan cara “Wortel dan tongkat” yang pada waktu bersamaan membangun hubungan ekonomi dengan Taiwan, tetap terus dengan strategi memisahkan Taiwan dengan dunia internasional.

Wang Li-qiang dengan sebutan mata-mata melalui media Australia membocorkan bagaimana Daratan Tiongkok mengintervensi media dan media sosial Taiwan. Banyak peserta pemilu yang khawatir apabila memberikan suaranya pada Han Kuo-yu dari partai Kuo Min Tang yang akrab dengan Daratan Tiongkok, maka dapat membuat pemerintah Beijing memiliki kesempatan besar menekan demokrasi Taiwan, ini yang menjadi unsur lain yang membuat Presiden Tsai Ing-wen menang telak.

Dalam artikel tersebut mengungkapkan, berkali-kali mendapat ancaman militer dan ekonomi dari Beijing dan terus mengisolasi Taiwan dari dunia internasional membuat warga Taiwan memberikan suaranya pada Presiden Tsai Ing-wen agar memberikan hantaman balasan bagi impian bersatu dengan Daratan Tiongkok dari Xi Jin-ping, hasil pemilu kali ini membuktikan kegagalan dari sikap radikal Daratan Tiongkok.

Helen Raleigh juga mengungkapkan, budaya Tionghoa dan demokrasi bukanlah musuh berbuyutan, meskipun selama ini Daratan Tiongkok menyebutkan bahwa demokrasi adalah cara pemerintahan politik barat, tidak dapat ditransformasikan dalam budaya Tionghoa. Hanya dengan menerima sistem komunis merupakan satu-satunya cara bagi Republik Tiongkok untuk dapat menikmati perdamaian, kemakmuran dan kestabilan. Namun Hongkong dan Taiwan sebagai contoh yang membuktikan kalau ini semua adalah kebohongan belaka. Orang Tionghoa memiliki kedaulatan untuk menentukan nasibnya sendiri dan memilih sistem pemerintahannya sendiri.

Dalam press konferensi internasional kemenangan pemilu, Presiden Tsai Ing-wen menyerukan pada Beijing, “Bersedia menjaga hubungan sehat dengan Daratan Tiongkok”. Dalam artikel ini juga mengemukakan, ini membuktikan asalkan pemerintah Beijing menghormati kedaulatan dan kebebasan Taiwan, Presiden Tsai Ing-wen bersedia melakukan dialog dengan Daratan Tiongkok. Melihat kegagalan serius dari kebijakan Beijing atas Hongkong dan Taiwan, Xi Jin-ping seharusnya berdialog dengan Presiden Tsai Ing-wen.

Komentar

Terbarumore