Kurir Pengantar "Foodpanda" Akan Gelar Aksi Mogok, MOL Mengimbau Buka Jalur Komunikasi

  • 13 January, 2020
  • 鄭蕙玲
Platform kurir jasa pengantar makanan menciptakan lapangan kerja, namun apakah menjamin kesejahteraan mereka?

(Taiwan, ROC) --- Jasa pengiriman makanan daring yang merupakan bagian dari strategi bisnis "sharing economy", kini tengah marak di Taiwan. Namun demikian, salah satu platform pengiriman makanan "FoodPanda" diketahui telah mengubah mekanisme pengiriman biaya antar, dari yang semula NT$ 70 menjadi NT$ 55 atau NT$ 60. Penurunan biaya tersebut mendatangkan rasa tidak puas dari para kurir pengantar. Mereka pun mengancam akan menggelar aksi mogok serentak pada tanggal 16 Januari 2020 mendatang.

Pada tanggal 13 Januari 2020, salah satu petinggi Kementerian Ketenagakerjaan (MOL), Wang Hou-wei (王厚偉) menyampaikan, pihak pelaku usaha sudah seharusnya menggelar rapat negosiasi dengan para kurir pengantar.

Wang Hou-wei mengatakan, "Sudah seharusnya Anda menegosiasikan terlebih dahulu, sebelum Anda menurunkan tarif tertentu. Perubahan yang hanya terjadi secara sepihak, tentu dapat mendatangkan rasa tidak puas dari pihak lain. Saya rasa, pihak 'Foodpanda" harus mengomunikasikan dengan para kurir pengantar. Mereka harus memberitahukan kepada seluruh kurir pengantar, bahwa pemasukan yang mereka dapatkan akan ada perubahan".

Sekjen Serikat Buruh "Solidarity", Huang Yu-de (黃育徳) mengemukakan, langkah yang diterapkan oleh pihak Foodpanda, masih perlu dinegosiasikan. Para pengantar jasa makanan tengah memperjuangkan hak-hak mereka, salah satunya adalah dengan menggelar aksi mogok. Ia pun memandang optimis dan berharap pihak penyedia platform dapat segera merespons. Ia juga menyebutkan, hingga saat ini tidak ada serikat pekerja profesional yang menaungi para kurir pengantar makanan. Jika diperlukan, Serikat "Solidarity" bersedia memberikan bantuan mereka.

Komentar

Terbarumore