Ko Wen-je Menggagaskan Sistem Pemilihan Elektronik

  • 11 January, 2020
  • 譚雲福
Ko Wen-je Menggagaskan Sistem Pemilihan Elektronik

        (Taiwan, ROC) – Hari Sabtu tanggal 11 Januari adalah hari pemberian surat suara di Taiwan, khusus untuk pemilu presiden dan anggota legislatif. Terlihat antrean manusia yang memanjang di depan tempat pemberian suara. Walikota Taipei Ko Wen-je beserta istri Peggy Chen tepat pukul 8b pagi telah tiba di tempat pemberian suara, dengan ikut serta mengantri sekitar 30 menit barulah dapat masuk ke bilik pencoblosan suara. Walikota Ko Wen-je menggagaskan sistem pemilihan elektronik, sehingga dapat mempercepat proses pemberian suara. Hari Minggu tanggal 12 Januari, Walikota Ko Wen-je akan berangkat berkunjung ke Estonia untuk melakukan inspeksi.

        Pilpres kali ini untuk memilih presiden dan wakil presiden ke 15, serta anggota legislatif untuk yang ke 10. Para pemilih akan mendapatkan 3 lembar surat suara yang berbeda, yang terdiri dari surat suara untuk pasangan presiden dan wakil presiden, surat suara untuk anggota legislatif wilayah atau anggota legislatif suku adat asli, dan surat suara untuk partai yang akan duduk sebagai anggota legislatif lintas wilayah dan perantauan.

        Sebelum pukul 8 pagi, di beberapa tempat pemberian suara telah terlihat banyak orang yang sedang mengantri. Walikota Ko Wen-je menjelaskan bahwa pada saat berlangsungnya pemilu 9 in 1 di tahun 2018, dirinya yang hadir di lokasi tempat pemberian suara pada pukul 10 pagi, harus mengantri lebih dari 1,5 jam. Oleh sebab itu, untuk pemilu kali ini dirinya hadir mengantri lebih awal pada pukul 8 pagi, dan masih tetap harus mengantri selama 30 menit. Dirinya beranggapan hanya membutuhkan waktu 10 an menit untuk memberikan suaranya, namun kenyataan di lapangan berbeda.

        Ko Wen-je menyebutkan bahwa dirinya mengusung sistem menyatukan kartu tanda penduduk atau nomor identitas penduduk di dunia maya, kartu asuransi kesehatan, surat izin mengemudi dan kartu transportasi yoyo, yakni 5 in 1. Selanjutnya mencari sebuah kawasan untuk dilakukan percobaan sistem internet, misalnya dengan pengujian obat baru di rumah sakit. Hal ini sembari mempertimbangkan bahwa sistem elektronik seperti demikian tidak mungkin dapat langsung diterapkan dalam waktu yang bersamaan di seluruh wilayah.

        Berkenaan dengan hasil pemilu kali ini, Wo Wen-je mengatakan bahwa Taiwan adalah sebuah negara berazaskan demokrasi yang telah matang, semua pihak usai memberikan suara akan tetap melanjutkan aktivitas pekerjaan seperti biasanya, dan Taiwan juga akan pelan-pelan maju ke depan.

Komentar

Terbarumore