CDC mendaftarkan virus misterius Wuhan sebagai penyakit menular serius

  • 09 January, 2020
  • 陳志勇
Tempat diduga sumber misterius Wuhan - Pasar Makanan Laut Huanan (Foto: China News Service)

(Taiwan, ROC) - Taiwan telah mendaftarkan penyakit pernapasan misterius yang berasal dari Wuhan, Daratan Tiongkok, sebagai penyakit menular kategori 5, memberikan dasar hukum untuk memberlakukan pelaporan wajib dan karantina bagi mereka yang menunjukkan gejala infeksi.

Wakil Direktur Jenderal Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Chuang Jen-hsiang (莊人祥) membuat pengumuman pada suatu acara temu pers, Rabu, 8 Januari, di mana ia memberikan informasi tentang status wabah terkini dan respons pemerintah.

Menurut Undang-Undang Pengendalian Penyakit Menular Taiwan, penyakit menular berisiko tinggi dapat diklasifikasikan menjadi kategori 1 hingga 5, masing-masing dengan persyaratan pelaporan dan karantina yang ditentukan.

Dalam kasus penyakit kategori 5, yang didefinisikan sebagai "penyakit atau sindrom menular yang sedang berkembang," CDC dapat menetapkan dan menyesuaikan langkah-langkah pencegahan berdasarkan penilaian risiko.

Oleh karena itu, pengumuman ini memberikan dasar hukum untuk tindakan di masa depan, seperti pelaporan wajib atau karantina paksa, jika hal itu menjadi perlu.

Untuk sementara, CDC hanya mengeluarkan imbauan bagi mereka yang kembali dari perjalanan ke kawasan Wuhan, untuk segera melaporkan dan mencari perawatan medis andaikata gejala-gejala demam atau pernapasan terjadi dalam 14 hari setelah mereka pulang ke Taiwan.

Menurut Chuang, sejak memberlakukan penyaringan penumpang yang terbang kembali ke Taiwan dari Wuhan pada 31 Desember 2019, CDC telah memeriksa 1.193 penumpang pada 13 penerbangan. Dari jumlah tersebut, sembilan penumpang menunjukkan gejala tetapi kemudian dikonfirmasi tidak terinfeksi oleh otoritas medis, sementara dua penumpang memerlukan pengamatan lebih lanjut.

Dalam salah satu kasus, seorang penumpang dalam penerbangan yang tiba dari Wuhan ditemukan mengalami demam dan masalah pernapasan, tetapi setelah diperiksa didiagnosis dengan jenis influenza H3N2 dan telah pulang ke rumah.

Dalam kasus kedua, lanjutnya, seorang penumpang yang kembali dari Wuhan awalnya tidak menunjukkan gejala, tetapi jatuh sakit dan demam panas pada 6 Januari, lebih dari dua minggu setelah kembali ke rumah. Meskipun melebihi periode inkubasi tipikal untuk virus flu, pasien itu dikarantina di rumah sakit sebagai tindakan pencegahan.

Chuang mengungkapkan lebih lanjut, pasien itu tidak mengunjungi Pasar Makanan Laut Huanan yang diduga merupakan asal wabah, atau bersentuhan dengan kemungkinan pembawa virus seperti burung, membuat CDC menyimpulkan bahwa kasus ini relatif berisiko rendah.

Otoritas kesehatan Tiongkok telah menkonfirmasi bahwa virus kali ini adalah sejenis coronavirus tipe baru, dan sejak pasien kelompok pertama dengan gejala serupa tercatat di Wuhan Desember lalu hingga 5 Januari, virus yang belum sepenuhnya diidentifikasi itu telah membuat 59 orang sakit.

Sampai saat ini, belum ada laporan yang dikonfirmasi tentang penularan penyakit ini dari manusia ke manusia, dan pihak berwenang Tiongkok telah mengesampingkan influenza, flu burung, adenovirus, sindrom pernapasan akut (SARS) dan sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS) sebagai penyebab wabah kali ini.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sementara itu, telah berspekulasi bahwa penyakit ini terhubung ke hewan, mengingat prevalensi kasus yang terhubung dengan Pasar Makanan Laut Huanan, lokasi ditemukannya banyak ikan dan ternak.

Komentar

Terbarumore