MOFA: Semua Warga Taiwan di Iran dalam Kondisi Aman Saat Ini

  • 08 January, 2020
  • 譚雲福
MOFA: Semua Warga Taiwan di Iran dalam Kondisi Aman Saat Ini

(Taiwan, ROC) – Pemimpin Pasukan Quds Garda Revolusi Iran, Jenderal Qassem Soleimani meninggal dalam serangan drone pekan lalu di Bandara Baghdad, dan hal ini dikhawatirkan akan menjadikan ketegangan dan peperangan di kawasan Timur Tengah meluas. Pihak Kementrian Luar Negeri atau MOFA, pada hari Rabu tanggal 8 Januari menyampaikan bahwa jumlah total warga Taiwan yang kini tengah tinggal di Iran ada sebanyak 15 orang, dan semuanya berada dalam kondisi sehat dan aman, namun tetap meminta kantor perwakilan setempat untuk dapat senantiasa mewaspadai kondisi setempat.

        Juru Bicara MOFA, Joanne Ou mengutarakan bahwa jumlah total warga Taiwan di Iran sebanyak 15 orang, mayoritas adalah pengusaha dan yang menikah dengan warga setempat serta anak-anaknya. Kebanyakan warga Taiwan tinggal di ibukota Iran, Teheran. Joanne Ou menjelaskan mempertimbangkan kondisi Iran saat ini, maka kantor perwakilan yang ada di Dubai juga telah menghubungi warga Taiwan yang tengah berada di Iran saat ini, agar dapat mewaspadai keamanan dan keselamatan diri, serta tidak lupa untuk dapat tetap melakukan komunikasi dengan kantor perwakilan yang ada. Kantor perwakilan juga diminta agar dapat mewaspadai setiap kejadian, memberikan bantuan pertolongan yang sekiranya dibutuhkan oleh warga Taiwan di Iran.

        Adapun minyak mentah yang dibutuhkan oleh Taiwan, mayoritas bersumber dari kawasan Timur Tengah. Perusahaan minyak nasional atau CPC pada hari Rabu tanggal 8 Januari menjelaskan jika kondisi ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin memanas, maka tentu akan memberikan dampak pengaruh untuk penyuplaian minyak mentah. Akan tetapi, cadangan minyak mentah yang dimiliki oleh Taiwan saat ini masih berada dalam batasan aman untuk penggunaan 60 hari, sehingga bisa menyuplai kebutuhan jangka pendek. Selain itu, pihak CPC juga akan berupaya untuk mendapatkan minyak mentah dari Amerika atau Afrika, sehingga bisa mengurangi resiko ancaman kekurangan minyak.

        Minyak mentah Taiwan bergantung kepada hasil impor dari luar negeri. Merujuk pada data statistik yang tertera di situs Kementrian Perekonomian, jumlah total impor minyak mentah pada tahun lalu mencapai 275,19 juta barel, dengan mayoritas didapatkan dari Arab Saudi, Kuwait dan Uni Emirat Arab. Juru Bicara CPC Fang Zhen-ren menjelaskan jika minyak mentah Taiwan bergantung pada penyuplaian dari kawasan Timur Tengah, seiring dengan semakin memanasnya kondisi kawasan Timur Tengah yang turut akan memengaruhi negara-negara setempat, mulai dari masalah penyuplaian minyak mentah atau ancaman terhadap jalur penerbangan untuk pengiriman minyak dan sebagainya, tetapi dampak pengaruh sebenarnya yang akan dihadapi oleh Taiwan masih sulit untuk diprediksi.

        Fang Zhen-ren menegaskan jika merujuk kepada skala yang ditetapkan oleh pemerintah, maka jumlah cadangan minyak selama 60 hari untuk kebutuhan bahan bakar kendaraan masih dalam batasan yang normal dan aman, sehingga bisa digunakan untuk menyuplai kebutuhan jangka pendek. Selain itu, pihaknya juga akan berupaya membeli minyak mentah dari negara lain, guna mengurangi resiko ancaman yang ada.

Komentar

Terbarumore