Kasus Flu Babi Afrika Merebak Hingga 11 Negara

  • 08 January, 2020
  • 譚雲福
Kasus Flu Babi Afrika Merebak Hingga 11 Negara

        (Taiwan, ROC) – Masa liburan Tahun Baru Imlek akan segera tiba, Kepala Dewan Pertanian Chen Chi-chung pada hari Rabu tanggal 8 Januari menyampaikan bahwa jumlah negara yang terkena dampak epidemi virus flu babi Afrika di kawasan Asia telah mencapai 11 negara, sehingga persentase kemungkinan masuknya virus terkait ke dalam negeri pun meningkat. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya juga telah menambah 300 petugas ekstra untuk melakukan pencegahan di berbagai wilayah yang berbatasan selama masa liburan Tahun Baru Imlek, selain itu juga mengimbau seluruh warga untuk tidak membawa produk daging masuk ke dalam negeri.

        Seiring dengan semakin mendekatnya Tahun Baru Imlek, maka jumlah arus penumpang di bandara juga semakin meningkat. Untuk mencegah masuknya virus flu babi Afrika yang dibawa oleh penumpang pesawat melalui produk daging, parcel Imlek, hadiah dan lain sebagainya melalui tas bagasi, maka Chen Chih-chung juga menjelaskan jika telah melakukan inspeksi langsung ke Bandara Songshan pada hari Rabu tanggal 8 Januari untuk melihat perkembangan tugas pencegahan setempat.

        Chen Chih-chung menjelaskan bahwa pada masa liburan Tahun Baru Imlek sebelumnya, hanya Daratan Tiongkok yang menjadi kawasan epidemik virus flu babi Afrika untuk wilayah Asia, namun kini telah berkembang menjadi 11 negara, sehingga tantangan pencegahan tahun ini akan lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Selain itu, masyarakat memiliki kebiasaan untuk saling memberikan kado pada saat Tahun Baru Imlek, yang mana paket parcel kado banyak yang berupa daging ham, sosis atau produk daging lainnya. Jika salah satu di antara parcel tersebut ada yang mengandung virus, maka kemungkinan tertular atau terjangkit virus juga akan semakin besar, khususnya 2 pekan ke depan adalah Tahun Baru Imlek. Untuk itu, warga diminta mengikuti peraturan yang diberlakukan jika hendak kembali pulang ke tanah air.

        Chen Chih-chung menyebutkan jika tugas pencegahan yang merupakan hasil kolaborasi lintas kementrian tidak pernah akan berhenti, bahkan akan menambah 300 petugas di berbagai wilayah yang berbatasan untuk melakukan pencegahan. Selain itu, berkenaan dengan 7 ribu peternakan yang ada di dalam negeri, Dewan Pertanian bersama dengan Dewan Pelestarian akan melakukan pemeriksaan apakah pihak peternakan memenuhi standar telah mengolah sisa sampah dapur atau tidak. Jika ditemukan pelanggaran, maka akan dikenakan denda sanksi sebesar NT$ 30 ribu, dan jika terulang maka akan dikenakan denda sanksi sebesar NT$ 200 ribu hingga 2 juta.

        Chen Chih-chung mengutarakan jika Bandara Songshan lebih banyak digunakan untuk kepentingan penerbangan antar selat, selain Daratan Tiongkok, Korea Selatan juga menjadi kawasan epidemik virus flu babi Afrika. Untuk itu, pencegahan wilayah yang berbatasan tentu sangat dibutuhkan, dan mengimbau warga untuk tidak membawa produk daging masuk ke dalam negeri, terutama produk jenis sosis dan daging ham.

        Merujuk kepada data statistik, pengguna Bandara Songshan mayoritas adalah penerbangan antar selat, Jepang dan Korea, sebanyak 21 hingga 24 penerbangan setiap harinya, dengan jumlah penumpang sebanyak 3.700 hingga 4.700 orang setiap harinya.

Komentar

Terbarumore