Kekurangan Anak dan Menuanya Struktur Usia Masyarakat Menjadi Masalah Ekonomi

  • 04 January, 2020
  • 譚雲福
Kekurangan Anak dan Menuanya Struktur Usia Masyarakat Menjadi Masalah Ekonomi

(Taiwan, ROC) – Perubahan global terjadi dengan cepat, membawa dampak ketidakpastian bagi iklim perekonomian Taiwan. Bank Sentral mengemukakan, masalah kekurangan anak dan penuaan penduduk juga memberikan dampak negatif bagi pergerakkan perekonomian secara keseluruhan, pemerintah harus berkomitmen pada reformasi struktural dan memperluas sumber keuangan serta meningkatkan efektivitas kebijakan pemerintah.

Dalam laporan Bank Sentral mengemukakan, di bawah tekanan kekurangan anak dan penuaan penduduk, akan menimbulkan kekurangan tenaga kerja di masa depan, sedangkan seiring dengan struktur penduduk tua sehingga jumlah penduduk usia produktif akan semakin berkurang, struktur tenaga kerja juga akan mengalami penuaan.

Berdasarkan perkiraan data Dewan Pengembangan Nasional, populasi usia produktif Taiwan yang berusia 15 – 64 tahun mencapai puncaknya pada tahun 2015 setelah itu berangsur-angsur berkurang, usia produktif Taiwan pada tahun 2015 sebesar 73,9% maka pada tahun 2065 diperkirakan tidak sampai 50%. Bank Sentral mengemukakan pada waktu itu populasi usia produktif akan berkurang hingga tidak mencapai setenggah dari jumlah populasi keseluruhan di Taiwan sebanding dengan Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Hongkong dan lainnya.

Beberapa tahun terakhir ini pemerintah Taiwan dengan agresif melalui kebijakan populasi, tenaga kerja, pendidikan, investasi dan industri berupaya mengatasi masalah kekurangan anak dan penuaan penduduk, berharap dapat meningkatkan kemampuan dan kualitas tenaga kerja. Bank Sentral menyampaikan, seharusnya arahan kebijakan menangani masalah struktural pasar tenaga kerja Taiwan diselaraskan dengan cara kerja internasional, tetapi apabila memungkinkan diperluas dan meningkatkan efektivitas sumber keuangan.

Bank Sentral menunjukkan, masalah kekurangan anak dan penuaan penduduk di Jepang dan Korea Selatan lebih buruk, untuk itu pemerintah harus dengan lebih agresif dan menyiapkan dana anggaran yang lebih besar untuk menghadapinya, meskipun Taiwan juga mendorong program “Kebijakan menghadapi kekurangan anak di Taiwan” dengan membangun “Lingkungan ramah perawatan dan pendidikan anak” dan “Pembinaan dan pelatihan tenaga kerja berbakat” tetapi saat ini skala perbandingannya masih sangat terbatas.

Bank Sentral menegaskan, Jepang menaikkan tingkat pajak konsumen sekitar NT$ 500 milyar sejak Oktober 2019, memberikan fasilitas bebas biaya pendidikan bagi anak-anak, pemberian fasilitas bebas biaya pendidikan tinggi bagi keluarga rentan dan fasilitas pendidikan lainnya, berharap dapat meningkatkan angka kelahiran dan kesempatan bagi kaum perempuan setelah melahirkan dapat kembali pada terjun dalam dunia kerja serta meningkatkan sumber tenaga kerja. Untuk meningkatkan tingkat kelahiran anak, pemerintah Korea Selatan menganggarkan subsidi kelahiran dan pendidikan anak sebesar NT$ 4,3 triliun sejak tahun 2006.

Komentar

Terbarumore