UU Anti Infiltrasi Dinilai Terlalu Terburu-Buru, Presiden Tsai Ing-wen: Akan Diproses Secara Seksama

  • 31 December, 2019
  • 尤繼富
UU Anti Infiltrasi Dinilai Terlalu Terburu-Buru, Presiden Tsai Ing-wen: Akan Diproses Secara Hati-Hati

(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 31 Desember 2019, Yuan Legislatif memulai pembahasan "UU Anti Infiltrasi". Namun sayangnya pembahasan tersebut mendapat penolakan dari partai oposisi. Partai Kuomintang (KMT) mengkritik prosedur persetujuan "UU Anti Infiltrasi", yang dinilai terlalu terburu-buru. Saat ditanyai oleh para wartawan, Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) menekankan seluruh proposal pembahasan undang-undang ini telah diajukan semenjak bulan Mei lalu.

Kepala Negara menambahkan komite anggota legislatif dari masing-masing partai telah memulai rapat negosiasi di bawah naungan Ketua Yuan Legislatif, Su Ji-chyuan (蘇嘉全). Dalam perundingan tersebut, setiap partai dipersilakan mengajukan pendapatnya masing-masing. Partai DPP (Democratic Progressive Party) yang merupakan partai berkuasa saat ini, juga telah memberikan penjelasan mereka. Presiden Tsai berharap seluruh anggota dapat duduk bersama membahas kelanjutan dari persetujuan "UU Anti Infiltrasi" ini.

Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, "Masyarakat juga berharap bahwa pemerintah harus memiliki tindakan yang nyata dalam meminimalisasi tindakan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang berusaha menyusup masuk. Jadi, saya berharap seluruh pihak dapat mendiskusikannya. Dapat kami pastikan, ketentuan dari penetapan hukum ini sangatlah ketat. Pasal-pasal yang terdapat di dalamnya juga sangat ketat. Saya rasa ke depannya, ketika lembaga hukum ingin memberlakukan undang-undang ini, juga memiliki sikap yang sama".

Mengenai hubungan lintas selat, Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan banyak realitas dan pekerjaan yang harus diselesaikan. Kepala Negara pun mengkritisi kebijakan Partai KMT dalam memecahkan isu lintas selat, yang dinilai tidak memiliki poin yang signifikan. Kepala Negara menambahkan Partai KMT masih dibayang-bayangi peristiwa masa lampau, dalam melihat isu lintas selat.

Komentar

Terbarumore