Musim influenza di Taiwan resmi memasuki kategori “epidemi”

  • 25 December, 2019
  • 陳志勇
Musim influenza di Taiwan resmi memasuki kategori “epidemi”

(Taiwan, ROC) - Dengan tercatatnya 100.000 pasien yang berobat karena menderita gejala mirip flu pekan lalu, musim influenza di Taiwan tahun ini telah resmi memasuki kategori “epidemi.”

Berdasarkan statistik dari Pusat Pengendalian Penyakit (CDC), dalam satu minggu antara 15 dan 21 Desember, total 100.442 orang mencari rawat jalan dan perawatan darurat untuk gejala mirip flu di rumah sakit dan klinik di seluruh negeri, meningkat 7,6 persen dari seminggu sebelumnya.

Kunjungan ruang gawat darurat untuk penyakit mirip flu menyumbang 11,8 persen dari total - melewati ambang epidemi 11,5 persen, dan selama seminggu ini, 55 pasien mengalami komplikasi akut dari infeksi flu, sebagian besar melibatkan virus H1N1 tipe A, tambah CDC.

Wakil Direktur Jenderal CDC Lo Yi-chun (羅一鈞) mengatakan, 20 dari 55 pasien yang mengalami komplikasi akut berusia 50-64 tahun, yang termuda adalah seorang bayi laki-laki berusia tiga bulan di Taiwan utara, yang telah menderita ensefalitis dan saat ini dirawat di rumah sakit.

CDC memperkirakan bahwa musim flu akan mencapai puncaknya sebelum liburan Tahun Baru Imlek dari 23-29 Januari. 

Untuk melindungi diri dari flu, warga dianjurkan untuk rajin mencuci tangan secara teratur dan mereka yang memiliki gejala pernapasan disarankan untuk memakai masker. Rekomendasi lain termasuk menghindari kontak dekat dengan orang lain, tidak mengunjungi tempat-tempat umum yang ramai atau berventilasi buruk, dan menerima suntikan vaksin flu, yang dianggap sebagai perlindungan terbaik.

Menurut CDC, hingga 22 Desember, 2,85 juta dosis vaksin flu yang didanai pemerintah telah digunakan, dan 92 persen dari semua siswa sekolah dasar telah divaksinasi.

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, CDC menyatakan bahwa sejumlah 5,98 juta suntikan flu gratis yang didanai pemerintah akan tersedia di 4.000 lembaga perawatan kesehatan yang dikontrak di Taiwan dalam tiga fase tahun ini.

Komentar

Terbarumore