DPR AS Mengusulkan Pelantikan Ketua AIT harus Terlebih Dahulu Dilaporkan ke Senat AS

  • 24 December, 2019
  • 尤繼富
DPR AS Mengusulkan Pelantikan Ketua AIT harus Terlebih Dahulu Dilaporkan ke Senat AS

(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 23 Desember 2019, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat, yang juga menjabat Ketua Congressional Taiwan Caucus, Steve Chabot, mengemukakan jabatan dari Ketua AIT (American Institute in Taiwan) harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari pihak Senat AS. Yang mana hal ini juga setara dengan prosedur penunjukan Duta Besar AS untuk negara-negara di dunia.

Pada tanggal 23 Desember 2019 siang, Steve Chabot bersama dengan anggota DPR Brad Sheman mengajukan "Taiwan Envoy Act", yang meminta penunjukan Ketua AIT harus melewati prosedur persetujuan Senat AS.

Steve Chabot menjelaskan meski telah memiliki mekanisme lainnya, namun penunjukan Ketua AIT oleh Presiden Amerika Serikat, haruslah berdasar atas rekomendasi dan persetujuan pihak Senat terlebih dahulu. Posisi dan jabatan Ketua AIT sudah seharusnya setara dengan duta besar lainnya.

Menurut Konstitusi Negeri Paman Sam, Presiden Amerika Serikat memiliki hak untuk memutuskan calon duta besarnya di luat negeri. Namun demikian, nominasinya harus dikonfirmasi terlebih dahulu oleh pihak Senat.

Meskipun kinerja dari Kantor AIT sama dengan duta besar AS lainnya, namun penunjukan Ketua AIT dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat dan tidak perlu melewati persetujuan Senat.

Pada tahun 2007, anggota DPR AS dari Partai Republik, Tom Tancredo, pernah memberikan usulan serupa. Namun sayangnya, pendapat tersebut tidak masih dalam agenda rapat anggota komite.

Komentar

Terbarumore