Versi Terbaru Perjanjian BIA, MOE: Memperkuat Hubungan Persahabatan Antar Taiwan dengan Vietnam

  • 19 December, 2019
  • 譚雲福
Versi Terbaru Perjanjian BIA, MOE: Memperkuat Hubungan Persahabatan Antar Taiwan dengan Vietnam

(Taiwan, ROC) – Versi terbaru dari Perjanjian Jaminan Perlindungan Investasi Taiwan-Vietnam (BIA) telah ditandatangani pada hari Rabu kemarin (18/12). Proses penandatanganan dilakukan oleh masing-masing perwakilan; di antaranya perwakilan Taiwan untuk Vietnam, yakni Richard Shih, bersama dengan perwakilan Vietnam di Taipei, yaitu NGUYEN ANH DUNG. Menteri Ekonomi Shen Jong-chin juga hadir dalam prosesi penandatanganan tersebut. Juru Bicara MOFA, Joanne Ou, menyampaikan ke depannya akan menyelesaikan seluruh pembaruan perjanjian investasi dengan pihak Filipina dan India. Versi terbaru dalam perjanjian BIA ini, akan meningkatkan standar perlindungan investasi secara komprehensif.

Joanne Ou mengatakan, "Taiwan dengan Vietnam memiliki jalinan kerja sama yang erat; meliputi sektor investasi ekonomi perdagangan, pertukaran kebudayaan, pariwisata, pendidikan, perlindungan lingkungan dan pelatihan personil. Pertukaran antar warga kedua negara juga terjalin sangat akrab. Ke depannya, di bawah fondasi yang kuat, Taiwan bersama Vietnam akan memperdalam hubungan persahabatan antar keduanya".

Pada tanggal 19 Desember 2019, Menteri Ekonomi Shen Jong-chin menyampaikan akan mengupayakan merealisasikan perjanjian serupa dengan negara-negara Kebijakan Baru ke Arah Selatan. Jika ada kabar yang menggembirakan, tentu akan dilaporkan kepada khalayak luas. Dirinya juga berharap, setelah revisi perjanjian BIA ini selesai disusun, pengusaha Taiwan akan mempercepat proses penanaman investasi mereka di Vietnam. Saat ini, pengusaha Taiwan telah mendirikan zona pengembangan industri di kawasan setempat. Hal ini tentu akan menjadi magnet bagi pengusaha Taiwan yang lain, untuk mulai menanamkan investasi di Vietnam.

Kementerian Ekonomi (MOE) menyampaikan, versi lama dari perjanjian BIA telah berlangsung semenjak tahun 1993 dan sudah genap 26 tahun. Guna untuk meningkatkan jaminan perlindungan usaha, seperti yang tertera dalam perjanjian internasional; pihak Taiwan dengan Vietnam telah menggalang rapat negosiasi, dan pada akhirnya revisi perjanjian BIA tersebut berhasil ditandatangani pada hari Rabu kemarin. Ke depannya, Otoritas Vietnam akan meningkatkan jaminan perlindungan hak-hak investasi bagi pengusaha Taiwan di Vietnam.

Menurut laporan dari MOE, versi baru dari perjanjian BIA secara komprehensif akan meningkatkan standar perlindungan dan memperluas ruang lingkup investasi; termasuk pengusaha Taiwan yang menanamkan investasinya di Vietnam dan berbagai jaminan perlindungan finansial lainnya. Poin baru yang disertakan dalam perjanjian ini, adalah jaminan perlakuan yang setara antar warga Vietnam dengan pengusaha Taiwan. Ke depannya, otoritas Vietnam tidak diizinkan meminta pengusaha Taiwan untuk menggunakan produk lokal tertentu, di dalam proses pengoperasian pabrik.

Untuk menyelesaikan perselisihan pengusaha Taiwan di Vietnam, juga telah ditetapkan prosedur "Penyelesaian Sengketa Antar Investor dengan Pemilik Tanah". Saat terjadi sengketa, maka pengusaha Taiwan harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan pemerintah Vietnam. Dan jika sengketa ini masih berlanjut selama 6 bulan, maka pengusaha Taiwan dapat mengusulkan kepada pemilik tanah setempat, untuk meminta bantuan dari pihak arbitrase internasional. Selain itu, juga telah disertakan mekanisme negosiasi yang baru; yakni saat terjadi hambatan investasi, maka otoritas Taiwan dapat meminta pemerintah Vietnam untuk memberikan bantuan terkait. Pemerintah Vietnam harus mengumumkan langkah perlindungan investasi secara relevan. Di samping itu, pihak Vietnam harus secara terbuka dan transparan menjawab pertanyaan pengusaha Taiwan, perihal ketentuan baru setempat.

MOE melanjutkan, perang perdagangan antar Amerika Serikat dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), telah memberikan dampak jangka panjang bagi komunitas global. Hal ini juga menyebabkan terjadinya restrukturisasi rantai pasokan dunia, dan Vietnam menjadi kawasan investasi baru yang diidam-idamkan pengusaha asing. Apalagi Vietnam merupakan negara anggota dari 2 kerangka perjanjian perdagangan dunia; di antaranya Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Saat ini, Vietnam merupakan negara favorit pengusaha Taiwan untuk kawasan Asia Tenggara. Persetujuan versi terbaru dari perjanjian BIA ini, menjadi bukti kerja keras pemerintah Taiwan dalam mempromosikan Kebijakan Baru ke Arah Selatan. Diharapkan hal ini dapat memperkuat kepercayaan pengusaha Taiwan yang menanamkan investasinya di Vietnam dan meningkatkan hubungan ekonomi antar kedua belah pihak.

Komentar

Terbarumore