AADT: Jalan Tua Jalan Tahu Bau Shenkeng

  • 14 December, 2019
  • 曾秀情
Shenkeng

      (Taiwan, ROC) – Tahu bau? Tahu busuk kali….? Mungkin itulah yang kerap akan menjadi pertanyaan atau tanggapan dari setiap orang asing yang datang berkunjung ke Taiwan, saat disodorkan jajanan berupa tahu yang disebut sebagai Chou Tofu.

        Ya benar, tahu bau, yang kadang kerap salah diterjemahkan menjadi tahu busuk, adalah sejenis tahu yang difermentasi cukup lama dan diolah secara khusus, sehingga menjadi sejenis sajian kuliner yang sangat menarik hidung para pejalan kaki yang lalu lalang. Jadi…, yang benar adalah tahu bau, bukan tahu busuk, karena tahu busuk adalah tahu yang telah rusak dan tidak dapat dikonsumsi lagi. Tahu bau, memberikan aroma yang cukup bau jika tercium oleh hidung siapapun, bahkan termasuk orang Taiwan sendiri.

        Tahu bau menjadi sebuah sajian khas Taiwan, ada yang suka ada yang tidak. Ini sama halnya, jika kita membandingkan tahu bau dengan durian. Banyak orang yang tidak dapat menerima baunya buah durian, yang mungkin saja bagi orang Asia Tenggara, adalah rajanya buah-buahan. Akan tetapi, bagi banyak orang di dunia, bau durian kerap disamakan dengan sesuatu yang rusak, bahkan… maaf, baunya kotoran hasil buangan. Walau demikian, tidak sedikit yang menyukai buah durian, bahkan harga sebuah durian, mampu mencapai ratusan dolar Taiwan. Oh yah, durian di Taiwan adalah buah impor dari negara-negara di Asia Tenggara, misalnya Thailand.

        Tahu bau sendiri bisa dinikmati dimana saja, banyak dijual di pasar malam, pasar dadakan, pasar tradisional, rumah makan hingga restoran berkelas tinggi. Setiap penyajian berbeda rasa dan rupa, ada tahu bau yang digoreng, ada yang dimasak bergaya sop kuah, ada yang dipadukan dengan bahan lainnya, misalnya ikan goreng, sayur mayur dan lain sebagainya. Ibarat kata, selama Anda berani makan, maka bentuk penyajian tahu bau apapun dapat ditemukan dengan mudah di Taiwan, cukup dengan mengendus saja, maka Anda bisa langsung mengetahui… oh ini dia yang menjual tahu bau.

Aroma bau dari tahu bau, sangat khas dan cukup menyengat. Lantas, kok masih banyak yang menyukainya? Nah, di sini yang patut dijelaskan adalah awal mulanya mungkin kita tidak akan pernah menyukainya, mungkin begitu pula dengan gigitan pertama, sembari mengeluarkan aroma bau, rasa tahu yang cukup aneh. Akan tetapi, konon kabarnya, gigitan pertama atau tahu pertama tidak akan mampu menarik minat Anda sama sekali… namun jika Anda mencoba untuk potongan yang ke dua, maka Anda akan melanjutkannya dengan potongan ke tiga dan seterusnya. Bahkan banyak yang menyebutkan, jika semakin bau aromanya, maka tahunya semakin enak dan gurih. Percaya atau tidak? Mungkin Anda harus langsung mencicipinya sendiri, takkala bertandang ke pulau Formosa, Taiwan.

Kali ini, kebetulan pihak Departemen Pariwisata Pemerintah Kota New Taipei mengajak beberapa media untuk dapat singgah ke jalan tua di distrik Shenkeng. Distrik ini dikelilingi oleh perbukitan, sehingga kawasan ini menjadi salah satu pusat dagang usaha sedari dulu, oleh sebab itu banyak tersebar bangunan kuno yang hingga kini masih terus beroperasi, bahkan banyak yang telah dipadukan dengan inovasi atau tampilan baru, yang menarik perhatian para pelancong, baik dari dalam maupun luar negeri. Lokasi tepatnya dimulai dari jalan Beishen Road Section 3 hingga ke jalan Pingpu Street, yang juga dikenal dengan sebutan Shenkeng Old Street atau Jalan Tua Skenkeng.

Jalan ini menyajikan ragam produk tahu, termasuk tahu bau yang menjadi andalan Shenkeng. Produk tahu yang diproduksi di sini semuanya murni hasil olahan tangan. Tahu dan masakan lainnya yang berhubungan dengan tahu, dan dapat ditemukan di sini, selain itu juga masih ada onde-onde dan bacang.

Sembari menawarkan kuliner zaman dulu kala, ada beberapa toko yang menjual produk mainan anak-anak di zaman lampau, sederhana namun menarik. Pendek kata, pengunjung diajak memasuki ruang waktu, dan menyelami kembali gaya kehidupan di era tahun kakek nenek kita, atau bahkan generasi yang lebih tua lagi.

Sedikit informasi berkenaan dengan Jalan Tua Shenkeng, yang mana memiliki panjang kurang lebih sekitar 300 an meter. Mulai tahun 2008 pemerintah Kota New Taipei mengkategorikan Jalan Tua Shenkeng sebagai kawasan khusus yang perlu dilestarikan. Jalan ini selain menawarkan ketuaannya, juga dipadukan dengan gaya hidup zaman sekarang. Banyak benda peninggalan yang masih terus dipergunakan, jika ada yang rusak maka akan diperbaiki dan dipasang kembali, misalnya papan nama, tataan dekorasi pintu, langit-langit, atap genteng hingga keramik kuno. Selain itu, karena banyak bangunan kuno tidak dapat dipenggal atau dirobohkan begitu saja, namun mengingat banyak bangunan adalah milik pribadi, sehingga untuk menyemangati masyarakat setempat agar dapat turut serta melakukan pelestarian benda peninggalan kuno, maka pihak pemerintah juga memberikan subsidi bantuan. Program ini berhasil diselesaikan pada September 2012, sehingga kini para pengunjung dapat melihat hasil pelestarian Jalan Tua Shenkeng.

Kembali kepada produk tahu bau yang menjadi andalan Shenkeng. Setelah mendapatkan panduan petunjuk dari Departemen Pariwisata Pemerintah Kota New Taipei, baru diketahui jika tahu bau yang dijual oleh setiap rumah makan di Shenkeng, masing-masing memiliki ciri khas dan andalan mereka sendiri. Meskipun bisa ditemukan kemiripan penyajian tahu bau seperti yang disebutkan sebelumnya, namun pengunjung bisa mengetahui adanya perbedaan rasa dan aroma yang berbeda saat mencicipinya. Misalnya salah satu rumah makan yang bernama “Di bawah pohon besar Shenkeng”, terkenal dengan penyajian paduan ikan goreng dengan sup kental dan tahunya, dan hal ini belum tentu dapat ditemukan di rumah makan yang lainnya.

Bagi yang suka dengan masakan pedas, juga bisa menemukan gaya hidangan tahu bau dengan kuah pedas yang sangat “Menggigit” atau istilah keren dalam bahasa Indonesia gaya anak muda adalah, pedasnya sangat “Menendang”. Ini tentu saja kerap menjadi incaran orang Indonesia yang kebetulan tengah berada di Taiwan, bahkan banyak yang pada akhirnya menyukai makanan tahu bau Shenkeng.

Ada satu toko yang sangat unik dalam hal menyajikan makanan tahu, yakni dibuat menjadi es krim, sehingga diberi nama es krim tahu. Pemilik toko menyebutkan jika es krim tahu tersebut menggunakan minyak olive atau minyak zaitun, sehingga konsumen dapat mengonsumsi es krim tahu dengan hati tenang, tidak seperti mengonsumsi es krim pada umumnya yang kerap bisa menyebabkan penambahan pada berat badan. Toko es krim tahu ini bernama “Oli Cafe”, telah menjual es krim tahu selama lebih dari 20 tahun. Toko Oli Cafe juga memadukan unsur inovasi ke dalam pembuatan es krim tahu, misalnya menambahkan essense perasa buah atau bahkan kopi, sehingga selain merubah rasa tahu asli, menjadi rasa yang berbeda, juga sekaligus turut memberikan nuansa warna warni dalam penyajiannya.

Pengunjung disarankan dapat bertandang ke Jalan Tua Shenkeng pada saat sore menjelang malam hari. Selain mencicipi makanan khas tahu bau, juga bisa melihat pesona indahnya pemandangan jalan tua di malam hari yang telah dipadukan dengan tatanan lampu berwarna. Di saat seperti ini, maka pengunjung bisa segera menemukan diri sendiri bagaikan tengah berjalan-jalan di sebuah kota tua yang sarat dengan jajanan lokal. Ini merupakan salah satu bagian dari perpaduan pelestarian dan inovasi, sehingga mampu menjadikan kawasan kuno dan tua tetap bergerak berkesinambungan, tidak terputus atau terhenti karena perubahan zaman, budaya lokal setempat juga tidak hilang saat budaya asing bermigrasi masuk ke Taiwan.

Bagaimana cara untuk dapat mengunjungi Jalan Tua Shenkeng? Ternyata sangat mudah, cukup dengan naik bus umum no 795 dari depan stasiun MRT Muzha, dengan jarak tempuh sekitar 40 an menit.

Jika Anda terpesona dan enggan untuk langsung segera meninggalkannya, maka pengunjung juga bisa bermalam di beberapa hotel dan penginapan yang ada di kawasan sekitarnya.

Kini, tiba saatnya bagi para pelancong asing untuk dapat menikmati sajian lokal dan kota tua di Shenkeng, selain destinasi wisata umum yang biasanya tersedia dalam paket tur.

Tunggu apa lagi? Jangan lupa luangkan waktu Anda untuk mencicipi Tahu Bau Shenkeng.

Program liputan ini disponsori dan didukung oleh Pemerintah New Taipei City Departemen Pariwisata(新北市政府觀光局)

Komentar

Terbarumore