MOFA: Jerman Merupakan Mitra Dagang Penting Taiwan

  • 10 December, 2019
  • 曾秀情
Wakil Divisi Eropa, Kementerian Luar Negeri, Ke Liang-rui

(Taiwan, ROC) -- Kongres Jerman mengelar rapat dengar petisi hubungan Taiwan, wakil divisi Eropa, Kementerian Luar Negeri, Ke Liang-rui (柯良叡) hari Selasa (10/12) merespon, Jerman merupakan mitra dagang penting Taiwan, terutama dalam kebijakan “Industri 4.0”. Ke Liang-rui (柯良叡) menyampaikan, instansi pemerintahan, industri sipil Taiwan dan Jerman memiliki kerja sama yang akrab, terus mempromosikan perkembangan hubungan Taiwan dan Jerman. 

Kongres Jerman tanggal 9 Desember mengelar rapat dengar petisi hubungan Taiwan. Pejabat Jerman kembali menegaskan akan Kebijakan 1 Tiongkok. Meski demikian, Jerman menghargai nilai yang dipromosikan Taiwan. Di lain pihak, Jerman juga berencana untuk mengembangkan kerja sama dengan Taiwan.

Seorang warga Jerman, Michael Kreuzberg, mengajukan petisi kepada Kongres setempat, untuk segera menjalin hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan. Pada bulan Oktober lalu, petisi tersebut telah berhasil ditandatangani oleh 50.000 orang. Pada tanggal 9 Desember 2019, petugas komite Jerman juga telah menggelar rapat dengar pendapat, dengan mengundang pejabat kemenlu. Penanggung jawab Divisi Urusan Asia Pasifik dari Kemenlu Jerman, Petra Sigmund, merespons bahwa Taiwan merupakan contoh yang baik bagi jaminan demokrasi, kebebasan berbicara dan perlindungan Hak Asasi Manusia. Ia melanjutkan Taiwan adalah mitra jangka panjang Jerman, terutama dalam mengembangkan nilai-nilai demokrasi. Kedua belah pihak juga telah menggelar ragam pertukaran; di antaranya sektor perdagangan, budaya dan akademisi.

Namun demikian, di tahun 1972, Jerman telah menjalin hubungan diplomatik resmi dengan Daratan Tiongkok. Jerman juga mengakui bahwa Daratan Tiongkok merupakan satu-satunya negara berdaulat yang mewakili Tiongkok. Kebijakan 1 Tiongkok tersebut, telah menghalangi kemungkinan untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Taiwan. Polemik serupa tidak hanya dialami oleh Jerman, melainkan juga menjadi permasalahan bagi banyak negara di kawasan Uni Eropa. Di bawah cengkeraman Kebijakan 1 Tiongkok, Jerman tidak memiliki niat untuk mengubah jalur diplomasi mereka.

Komentar

Terbarumore