Aplikasi Pendidikan Literasi Media Tiga Hal Penting “Bantai Kepalsuan”

  • 10 December, 2019
  • 曾秀情
Wakil Menteri Pendidikan, Lin Terng-chiao (林騰蛟)

(Taiwan, ROC) -- Kementerian Pendidikan hari Selasa (10/12) mengelar forum “Literasi Media dan Antipasi Informasi Palsu” yang mengikutsertakan 200 lebih perwakilan dari instansi-instansi pemerintah, tenaga pengajar sekolah dan juga masyarakat umum. Pada pembukaan acara yang dipimpin oleh Wakil Menteri Pendidikan, Lin Terng-chiao (林騰蛟) dan anggota legislator, Luo Bing-cheng (羅秉成) yang sekaligus bersama-sama meresmikan diberlakukannya “Situs Sumber Pendidikan Literasi Media”.

Lin Terng-chiao mengemukakan, untuk menarik perhatian masyarakat stasiun-stasiun televisi atau media sosial menggunakan berita yang dihiperbolakan atau memberikan berita yang isinya tidak pantas, mempengaruhi nilai-nilai yang ada dalam masyarakat, Kementerian Pendidikan dengan “Situs Sumber Pendidikan Literasi Media” dan Pusat Pemeriksaan Kebenaran Taiwan bersama membentuk platforam bekerja sama dengan media sosial FB, Line dan lainnya, untuk selanjutnya dalam situs akan terus menyediakan beragam sumber pelatihan, bahan pendidikan dan hal-hal terkait lainnya.

Lin Terng-chiao mengatakan, “Dalam proses mengajar, para guru juga dapat mencari sumber situs internet terkait dalam situs ini, bersamaan dengan itu juga dapat memberikan murid-murid kami untuk belajar otodidak.”

Luo Bing-cheng mengungkapkan, kebanyakan orang menggunakan media sosial untuk berkomunikasi di jaman sekarang ini, menyebabkan sumber informasi di media sosial membludak, masalah account yang tidak jelas atau palsu dan lainnya menyebabkan timbulnya perang informasi “pembakaran tanpa asap” yang kerap menjadi jarum digital yang menyebabkan luka.

Dalam kegiatan forum juga menghadirkan film pembinaan terkait informasi palsu, mulai dari internet umum yang biasa digunakan masyarakat, telepon genggam atau penyiaran dan lainnya, agar Anda mengetahui bagaimana untuk “tidak membuat”, “tidak menyebarkan” dan “tidak memverifikasi” informasi palsu untuk membangkitkan perhatian orang terhadap masalah tersebut.

Komentar

Terbarumore