Yuan Legislatif gelar persidangan pencegahan intervensi kelancaran pemilu

  • 04 December, 2019
  • 陳志勇
Yuan Legislatif gelar persidangan pencegahan intervensi kelancaran pemilu. Ketua Komisi Pemilu Pusat Lee Chin-yung (李進勇) hadir nutuk menyampaikan laporan.

(Taiwan, ROC) - Komisi Urusan Dalam Negeri Yuan Legislatif menggelar persidangan bersama 10 kementerian pada hari Rabu, 4 Desember, mendengarkan laporan dan menginterpelasi petinggi yang hadir perihal kebijakan pemerintah dalam menganalisis dan mencegah tindakan yang berusaha memengaruhi, memanipulasi dan mengintervensi kelancaran pemilihan umum di Taiwan.

Ke 10 kementerian tersebut masing-masing Kementerian Dalam Negeri (MOI), Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC), Kementerian Luar Negeri (MOFA), Komisi Pemilu Pusat, Kementerian Kehakiman (MOJ), Kementerian Pertahanan Nasional (MND), Biro Keamanan Nasional (NSB), Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MOTC), Komisi Pengawas Keuangan (FSC) dan Komisi Komunikasi Nasional (NCC).

Menteri MAC Chen Ming-tong (陳明通) melaporkan, upaya Tiongkok mengintervensi pemilu di negara demokratis, termasuk Taiwan, adalah fakta yang telah diketahui masyarakat internasional. Cara pencegahan,  menurut Chen, mencakup bekerja sama dengan MOI dan Biro Imigrasi, memperketat pemeriksaan kedatangan warga Tiongkok di pintu masuk negara.

Chen Ming-tong mengatakan, “Kami sekali lagi mengimbau pihak Beijing, mengakui kenyataan politik antar Selat Taiwan, menghormati dan mempelajari proses pemilu dalam sistem demokrasi Taiwan, tidak campur tangan dalam pemilu atau mengintervensi masalah dalam negeri di Taiwan, menghormati mekanisme pemilu dan hak masyarakat Taiwan mengikuti pemilu, dan menerima hasil pemilu demokratis ini.”

Sementara itu, Wakil Menteri Kehakiman Chen Ming-tang (陳明堂) melaporkan lima cara paling sering dipergunakan melalui tenaga asing untuk mengintervensi pemilu di Taiwan; Menteri Dalam Negeri Hsu Kuo-yung (徐國勇) menegaskan tekad memberantas penyebaran hoaks dan berita palsu; dan Wakil Kepala NSC Hu Mu-yuan (胡木源) bersumpah akan meneruskan kooperasi dengan negara tetangga yang mengadopsi sistem demokratis untuk melancarkan pertukaran informasi dan intelijens.

Komentar

Terbarumore