Partai DPP: Kasus Yang Hui-ru Murni Tindakan Pribadi

  • 03 December, 2019
  • 尤繼富
Partai DPP: Kasus Yang Hui-ru Murni Tindakan Pribadi

(Taiwan, ROC) --- Pada tahun 2018, Topan Jepi diketahui menerpa kawasan Jepang. Akibatnya, kawasan Bandara Internasional Kansai di Osaka harus menutup jam operasionalnya, yang mana mengakibatkan banyak pelancong terjebak di dalam bandara. Di kala itu, sebuah pesan di media sosial menguak bahwa pelancong Taiwan berhasil keluar dari Bandara Kansai, dengan menumpangi kendaraan dari Kantor Kedutaan Daratan Tiongkok. Pesan tersebut juga menuliskan bahwa sikap dari para pejabat Taiwan di Kantor Perwakilan Jepang sangat tidak responsif. Pendapat dari warganet pun terpecah, dilaporkan beberapa pihak membela Ketua Perwakilan ROC di Jepang, yakni Frank Hsieh (謝長廷); dan sebaliknya menyalahkan pihak perwakilan Taiwan di Osaka. Di bawah tekanan yang besar dari pihak publik, Ketua Perwakilan ROC di Osaka, Su Qi-cheng (蘇啟誠)  dilaporkan mengakhiri hidupnya. Kasus kematian dari Su Qi-cheng pun masuk ke ranah investigasi. Setelah melewati masa pemeriksaan, disinyalir ada gerakan di media sosial yang dikerahkan oleh Yang Hui-ru (楊蕙如) untuk menyetir opini publik. Pada tanggal 2 Desember 2019, Kantor Kejaksaan Distrik Taipei menuntut Yang Hui-ru beserta koleganya, dengan tuduhan telah melecehkan nama baik Pegawai Negara. Pada tanggal 3 Desember 2019, Juru Bicara Partai Progresif Demokratik (DPP), Li Yan-rong (李晏榕) menyampaikan bahwa ini murni perilaku pribadi dari Yang Hui-ru, dan tidak ada kaitannya dengan Partai DPP. Partai DPP juga akan menghormati seluruh proses hukum yang akan dilimpahkan kepadanya.

Li Yan-rong mengatakan, "Kasus Yang Hui-ru adalah murni perilaku pribadinya sendiri dan tidak ada hubungannya dengan Partai DPP. Kami merasa bahwa dirinya harus memikul tanggung jawab hukum yang relevan. Kami juga akan menghormati keputusan yudisial, yang nantinya akan dikeluarkan. Karena ia telah dituntut dan harus menjalani proses persidangan, kami tekankan sekali lagi bahwa ini semua murni faktor pribadi dan tidak ada hubungan dengan Partai DPP".

Di lain pihak, Partai Kuomintang (KMT) telah meminta untuk segera melacak sumber dana dari Yang Hui-ru. Apakah Partai DPP terlibat di dalamnya? Selain itu, Partai KMT juga meminta agar Frank Hsieh untuk segera kembali ke Taiwan dan memberikan penjelasan terkait. Pada tanggal 2 Desember 2019 malam, capres Han Kuo-yu mengunggah postingan di media sosialnya, dengan menuliskan meski fakta pengadilan telah menjatuhkan vonisnya atas 2 pelaku, namun publik masih menantikan kebenaran perihal sosok yang berada di belakang layar. Ia juga memaparkan bahwa pihak yang menyuntikkan dana, juga harus menanggung tanggung jawab secara hukum. Kandidat presiden Partai Qimindang (PFP), James Soong (宋楚瑜) menyampaikan bahwa dirinya menghormati perkembangan dan keterbukaan dari media internet. Namun dirinya berharap bahwa media sosial tidak dimanipulasi oleh sebagian pihak, terutama bagi sebagian orang yang memiliki muatan politik.

Li Yan-rong menyampaikan bahwa informasi palsu telah merusak demokrasi dan memecah belah rakyat Taiwan. Setiap pihak harus waspada, dan jangan sampai opini publik disetir menjadi bahan politik. Ia menambahkan insiden kali ini juga telah melukai perasaan warga Taiwan. Taiwan sudah seharusnya lebih berhati-hati dalam memilah berita yang tersebar di media sosial.

Komentar

Terbarumore