Taiwan Fertilizer Pinjami Daniel Han Uang Untuk Bisnis Properti, COA: 6 Keraguan Besar Telah Disampaikan Ke Meja Hijau

  • 02 December, 2019
  • 鄭蕙玲
Wakil Ketua Dewan Pertanian Chen Junne-jih

(Taiwan, ROC) Media memberitakan kandidat parpol KMT Daniel Han terlibat dalam kasus investasi pada produsen pupuk Taiwan Fertilizer dan bisnis properti pra-penjualan rumah mewah, dikarenakan pada masa tersebut Bank Sentral mengontrol perkreditan rumah mewah, dari nilai pinjaman 70% turun menjadi 50%, sementara Taiwan Fertilizer menandatangani perjanjian pembayaran kredit jangka panjang, agar Daniel Han dan pembeli lainnya bisa mendapat pinjaman sebesar 20% untuk menutupi kekurangan, hal ini menarik perhatian masyarakat luar. Pemegang saham terbesar untuk Taiwan Fertilizer adalah Dewan Pertanian (COA) pada bulan Nopember lalu mendapat laporan internal dari produsen pupuk dan pada hari Senin ini (2/12) menggelar konferensi pers untuk mengklarifikasikan kasus permasalahan yang telah disampaikan hingga ke meja hijau.

6 keraguan yang dipermasalahkan mencakup, klarifikasi Taiwan Fertilizer apakah pinjaman kredit jangka panjang termasuk pelanggaran hukum atau tidak, dan COA beranggapan penggunaan nama pribadi atau email pribadi untuk mendapat informasi sebagai tindakan sembrono, selain itu Taiwan Fertilizer pernah mempertanyakan kepada Kemendagri, perubahan dekrit Bank Sentral yang menyebabkan kekurangan saldo pinjaman akan tetapi belum diklarifikasi sepenuhnya dan telah memvonis maka hal ini menimbulkan permasalahan yang besar.

Wakil Ketua Dewan Pertanian sekaligus Chairman Taiwan Fertilizer  Chen Junne-jih(陳駿季) mengatakan, “Saat pihak kami mentafsir yakni pada satu titik perubahan penting yang menimbulkan perselisihan, berawal dari peraturan pasal 9 ayat 2 artikel 3 menuntut pertanggungjawaban pihak pembeli dan tidak diperjelas bahwa pihak instansi berwewenang memastikan pelanggaran kontrak pra-penjualan rumah, langsung memvonis bahwa tidak dapat menuntut pertanggungjawaban kedua belah pihak, sehingga baru ada tindak lanjut demikian.”

Keraguan lainnya adalah konfirmasi dan perpanjangan batas waktu peminjaman, membuat perubahan dan melibatkan karyawan, kredit angsuran senilai 1,3 milyar tanpa melalui rapat pembahasan dari dewan direksi, langsung mendapat persetujuan dari CEO, sementara dalam proses penandatanganan produsen pupuk ini juga didapati bentuk cap stempel manager yang tidak sama, selain itu batas waktu kredit pinjaman, dalam laporan keuangan Taiwan Fertilizer menyebutkan sebagai item “piutang usaha”, maka tidak konsisten dengan faktur penerimaan yang dibuka oleh Taiwan Fertilizer sebagai “pinjaman bank untuk angsuran pembelian tanah”.

Dewan Pertanian mengungkapkan 6 keraguan besar dicurigai melibatkan pelanggaran oleh pihak luar dan pengawasan intern yang berjalan dengan tidak efektif, maka selain telah disampaikan kepada kejaksaan untuk pemeriksaan, saat bersamaan juga telah disampaikan kepada Kemendagri, Badan Pengawas Keuangan(FSC) dan instansi lainnya berwewenang untuk ditindak lanjuti.

Komentar

Terbarumore