MOFA: Taiwan akan terus mendukung pejuang kebebasan dan demokrasi

  • 21 November, 2019
  • 陳志勇
Juru bicara MOFA Joanne Ou (歐江安) (Foto: 劉玉秋)

(Taiwan, ROC) - Taiwan akan terus mendukung pejuang kebebasan dan demokrasi, juga bersedia berkontribusi bagi masyarakat internasional untuk mempertahankan tatanan kebebasan dunia. Pasalnya, hak asasi manusia, kebebasan dan demokrasi adalah nilai universal yang ditaati umat manusia, juga fondasi perkembangan kekuatan lunak masyarakat beragam di Taiwan.

Demikian diungkapkan juru bicara Kementerian Luar Negeri (MOFA) Joanne Ou (歐江安) dalam suatu acara temu pers Kamis (21/11), merespons perkembangan terbaru aksi demo anti UU Ekstradisi di Hong Kong, dan baru saja diloloskannya Rancangan Undang-Undang Hak Asasi Manusia dan Demokrasi Hong Kong oleh Senat dan Kongres Amerika Serikat.

Joanne Ou mengatakan, “Kami juga mengimbau Beijing dan Hong Kong untuk merespons harapan rakyat, menerapkan demokrasi dan aturan hukum, agar ketenangan, kestabilan dan kehidupan normal bisa dipulihkan di Hong Kong.”

Ou menekankan, kebijakan pemerintah Taiwan dalam menangani perkembangan situasi di Hong Kong tidak berubah, yakni mendukung upaya rakyat Hong Kong menuntut kebebasan dan demokrasi, dan mengoposisi dipakainya kekerasan berlebihan dalam penerapan hukum oleh polisi. 

MOFA dan lembaga pemerintah bersangkutan lain, lanjut Ou, juga akan bekerja sama dalam melindungi keamanan warga Taiwan yang berada di luar negeri, termasuk Hong Kong.

Komentar

Terbarumore