Pesanan ekspor Taiwan turun selama 12 bulan berturut-turut di bulan Oktober

  • 21 November, 2019
  • 陳志勇
Pesanan ekspor Taiwan turun selama 12 bulan berturut-turut di bulan Oktober

(Taiwan, ROC) - Sehubungan dengan terus terpengaruhnya kebutuhan pasar akibat perselisihan perdagangan global, Taiwan dengan ekonomi yang berorientasi ekspor, melihat pesanan ekspornya turun untuk bulan ke-12 berturut-turut pada bulan Oktober, demikian berdasarkan statistik terbaru dari Kementerian Ekonomi (MOEA).

Data MOEA menunjukkan, pesanan ekspor Taiwan turun 3,5 persen dari tahun sebelumnya menjadi US$ 47,28 miliar setelah mencatat penurunan tahunan sebesar 4,9 persen pada September.

Namun, pada basis bulanan, pesanan ekspor naik 3,9 persen akibat efek puncak musim di industri elektronik global, dan setelah penyesuaian musiman, juga tumbuh 0,8 persen.

Pada bulan Oktober, hampir semua industri utama di Taiwan mengalami penurunan pesanan ekspor, kecuali industri komponen elektronik, yang mencatat pesanan ekspor tertinggi yang baru senilai US$ 12,95 miliar, naik 1,7 persen dari tahun sebelumnya dan 4,7 persen dari bulan sebelumnya, tutur MOEA.

Dalam industri komponen elektronik, lanjutnya, operator pengecoran wafer murni diuntungkan dari meningkatnya permintaan untuk aplikasi 5G dan perangkat komputasi kinerja tinggi pada Oktober, sementara pertumbuhan dibatasi oleh penurunan harga chip memori dan komponen pasif seperti resistor chip, induktor dan kapasitor keramik berlapis.

Pesanan ekspor dalam industri informasi dan komunikasi juga turun 0,2 persen dari tahun sebelumnya menjadi US$ 16,31 miliar pada Oktober. Ini, jelas MOEA, disebabkan angka perbandingan yang relatif tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pesanan ekspor untuk industri logam, mesin, plastik/karet dan produk kimia mengalami penurunan dua digit dari tahun sebelumnya, masing-masing turun 14,8 persen, 10,3 persen, 13,3 persen dan 24,2 persen, menjadi US$ 2,10 miliar, US$ 1,65 miliar, US$ 1,81 miliar dan US$ 1,62 miliar pada Oktober.

Huang Yu-ling (黃于玲), kepala departemen statistik MOEA, mengatakan kepada wartawan bahwa perang perdagangan antara Washington dan Beijing diperkirakan akan terus berdampak pada kebutuhan, sehingga ada kemungkinan bahwa Taiwan akan mencatat US$ 46-47 miliar di pesanan ekspor, turun 1,4 -3,5 persen pada November dari tahun sebelumnya.

Untuk Desember, kata Huang, karena angka perbandingan yang relatif rendah pada periode yang sama bulan lalu dan pembelian akhir tahun di pasar Amerika Serikat dan Eropa, pesanan ekspor Taiwan dapat kembali ke pola pertumbuhan.

Komentar

Terbarumore