Diplomasi Taiwan- Tahta Suci, Dukungan Terhadap Nilai Universal

  • 18 November, 2019
  • 鄭蕙玲
Akademisi Politik Taiwan diwakili Qin Ri-hsin (kanan2)

(Taiwan, ROC) Asosiasi Politisi Tahta Suci sementara ini menggelar rapat pembahasan, mengundang para menteri luar negeri Tahta Suci dan kalangan akademisi politik dari negara-negara asing termasuk Taiwan untuk membahas promosi kebebasan beragama, dan nilai hak dasar HAM dalam diplomasi.

Perwakilan akademisi politik Taiwan, Qin Ri-hsin(秦日新), dalam wawancaranya media CNA, ia menyampaikan, Tahta Suci mempromosikan “nilai diplomasi”, memiliki konsisten dengan kebijakan luar negeri Taiwan saat ini, Taiwan juga secara aktif berintegrasi dengan negara luar yang memiliki pandangan yang sepaham, bersama-sama dan saling bekerjasama menangani permasalahan global yang berkaitan dengan kebebasan beragama, peduli lingkungan dan HAM.

Forum pembahasan kali ini diselenggarakan oleh International Association of Carita Politica mengambil tema “nilai dan perkembangan diplomasi” yang berlangsung pada tanggal 14-15 Nopember di Roma. Total ada 8 negara dari kalangan akademisi politik yang turut diundang, meliputi Republik Tiongkok, Guatemala, Burkina Faso, Kamerun, Indonesia, Turki, Hongaria dan Republik Ceko.

Banyak politisi Tahta Suci yang diundang untuk memberikan pidato, hal ini menunjukkan betapa pentingnya topik pembahasan ini, beberapa politisi penting seperti Menlu Tahta Suci Paul Gallagher, Sekjen Promosi Pengembangan Manusia Integral, Bruno-Marie Duffe, Wakil Sekjen Kementerian Pendidikan Friedrich Bechina serta duta besar AS untuk Tahta Suci Callista Gingrich turut menghadiri.

Qin Ri-hsin mengatakan, Menlu Tahta Suci Paul Gallagher dalam sambutannya, banyak menyampaikan Tahta Suci sangat memperhatikan nilai universal HAM, mengharapkan agar semakin banyak dunia yang mendapat pengaruh ini, hal ini sangat senada dengan kebijakan luar negeri yang diterapkan Taiwan, Taiwan terus mencari mitra kerjasama yang memiliki pandangan yang sepaham.  

Qin Ri-hsin mengatakan, walaupun setiap diplomat membawa misi tersendiri dan selalu ingin mengoptimalkan kepentingan bangsanya sendiri, akan tetapi dunia sudah globalisasi, seperti halnya peduli lingkungan, semenjak dini telah melampaui batas-batas tradisional, ketika setiap negara mempromosikan kebijakan luar negerinya, saat bersamaan juga akan memperhatikan nilai universal yang terfokus pada nilai-nilai kemanusiaan.   

Qin Ri-hsin mengatakan, sementara ini Uskup Agung Katolik Roma Silvano Maria Tomasi saat berkunjung ke Taiwan, ia pernah memberikan ceramah berkaitan dengan konsep diplomasi Tahta Suci, sehingga para peserta menerima banyak manfaat.

Qin Ri-hsin juga memberikan laporan selama 30 menit tentang diplomasi Taiwan, ia menyampaikan, akademi politik Taiwan telah lama terbentuk, memiliki standar yang mantap Taiwan juga sangat senang berbagi pengalaman bidang ini dengan negara-negara yang baru mendirikan akademi politik untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan.

Qin mengungkapkan, dalam beberapa tahun terakhir ini akademi politik Taiwan mulai melakukan kerjasama internasional, kali ini ia berhasil mendapatkan hasil yang maksimal berkesempatan untuk melakukan pertukaran dengan senior eksekutif dari kalangan akademi politik, maka semakin memperbanyak kemungkinan kerjasama yang bisa dilaksanakan.

Komentar

Terbarumore