Pembacaan Ketiga UU Kesempatan Kerja Kaum Paruh Baya dan Tua

  • 15 November, 2019
  • 曾秀情
Legislator dari partai berkuasa, Partai Progresif Demokratik (DPP), Wu Yu-qing

(Taiwan, ROC) -- Penduduk Taiwan akan segera menjelang menjadi masyarakat penduduk tua, akan menghadapi masalah kesenjangan tenaga kerja, untuk meningkatkan keikutsertaan penduduk di atas usia 65 tahun turut dalam dunia kerja, Yuan Legislatif hari Jumat (15/11) telah meloloskan pembacaan ketiga “peraturan kesempatan kerja bagi penduduk paruh dan tua” untuk perdana melegalisasi peraturan dengan menghormati “pekerja”, memberikan jaminan kesempatan kerja bagi kaum rambut putih setelah mereka pensiun.  

Legislator dari partai berkuasa, Partai Progresif Demokratik (DPP), Wu Yu-qing yang turut dalam rapat ini menyampaikan, struktur penduduk Taiwan sudah memasuki penduduk tua, masyarakat juga sudah ada yang memperpanjang masa kerjanya, sekarang ini jaminan hukum masih belum memadai, diharapkan melalui hukum khusus yang mengatur kesempatan kerja bagi kaum paruh baya dan tua dapat memberikan jaminan keamanan ekonomi sekaligus meningkatkan keikutsertaan lansia dalam masyarakat sosial.  

Wu Yu-qing mengatakan, “Menetap hukum khusus kesempatan kerja bagi kaum paruh baya dan tua, peraturan ini untuk membangun masyarakat sosial kaum manula yang sehat dan penuh vitalitas, kami ingin agar kesehatan dan kehidupan kaum lansia Taiwan terjamin, keikutsertaan mereka dalam masyarakat serta perekonomian yang tidak perlu dirisaukan, kami tentu berharap tenaga mereka ini dapat dijunjung, tanpa membedakan usia, dan dalam naungan pembauran era generasi.”  

Berdasarkan penjelasan penetapan yang diloloskannya pembacaan ketiga, untuk kaum setengah tua adalah mereka yang berusia 45 – 65 tahun, sementara untuk kaum tua adalah mereka yang usianya di atas 65 tahun; majikan yang membutuhkan tenaga kerja atu yang mempekerjakan tenaga kerja kaum paruh baya dan tua tidak boleh diskriminasi usia, memberikan perlakuan yang berbeda, apabila ditemukan adanya diskriminasi usia maka boleh diajukan ke otoritas setempat; dapat dikenakan sanksi denda NTD300 ribu hingga 1,5 juta apabila didapati adanya diskriminasi pada kaum setengah tua.

Bersamaan dengan itu, untuk mendukung kaum rambut putih yang sudah pensiunan untuk kembali ke dunia kerja, dalam penjelasan menyampaikan, majikan harus secara regular menandatangani kontrak kerja bagi pekerja yang berusia di atas 65 tahun, apabila dalam perusahaannya ada pekerja yang hampir memasuki usia pensiun 65 tahun maka setahun sebelum pensiun pihak perusahaan dapat memberikan bantuan terkait persiapan pensiun, penyesuaian dan mempekerjakan kembali, apabila perusahaan mempekerjakan tenaga kerja manula maka Kementerian Tenaga Kerja akan memberikan subsidi berdasarkan peraturan yang berlaku.

Komentar

Terbarumore