Pengusaha Taiwan Investasi Pulang Kampung Semakin Stabil, Menko: Tidak Kekurangan Listrik dan Lahan

  • 15 November, 2019
  • 曾秀情
Menteri Ekonomi Shen Jong-chin (沈榮津)

(Taiwan, ROC) Investasi pulang kampung yang dicanangkan oleh Kementerian Perekonomian Taiwan melalui pabrik panel senilai 70,1 milyar NTD kembali ke Taiwan, mendorong agar pengusaha Taiwan kembali ke Taiwan dengan nilai investasi hampir mendekati 700 milyar NTD. Menko Shen Jong-chin (沈榮津) pada hari Jumat ini (15/11) saat menghadiri kegiatan dan diwawancarai, Beliau menyampaikan diharapkan pekan mendatang dapat menembus angka 700 milyar NTD, diharapkan secara perlahan ada peningkatan dari 750 milyar, 780 milyar, dalam kondisi perang dagang AS-Daratan Tiongkok berlanjut dengan penggenaan tariff pajak, sementara di luar itu tidak ada perubahan yang terjadi sehingga adanya investasi pulang kampung bagi pengusaha Taiwan menjadi hal yang normal, saat ini dapat terlihat tren investasi pulang kampung secara berangsur-angsur semakin stabil, tidak ada pergolakan yang ekstrim, akan tetapi Menko Shen menekankan, hal ini masih sulit untuk diprediksikan, jika ada pergesekan antara AS-Daratan Tiongkok ada kemungkinan investasi pulang kampung pengusaha Taiwan bergerak semakin laju.

Media memperhatikan nilai investasi 700 milyar NTD, mengkuatirkan kebutuhan akan listrik, lahan dan tenaga kerja yang tidak mencukupi, Menko Shen menekankan, tidak akan mengalami kekurangan listrik maupun lahan. Menko Shen mengatakan, tahun ini telah mempersiapkan lebih dari 10%, kira-kira 4 MegaWatt(MW) setara dengan 4 unit pembangkit tenaga nuklir besar, Taiwan tidak mengalami kekurangan listrik, setelah diinventarisir, pemakaian listrik terbesar adalah industri semi konduktor, di masa mendatang nilai investasi semikonduktor senilai  2,6 trilyun, “pasokan listrik telah kami persiapkan”, kebutuhan listrik untuk pengusaha Taiwan yang investasi pulang kampung tidak lagi perlu dikuatirkan.

Menko Shen Jong-chin mengatakan, “Dalam hal kebutuhan akan tenaga listrik yang diperlukan oleh pengusaha Taiwan ketika melakukan investasi pulang kampung, tidak seperi yang dikuatirkan oleh masyarakat luar, sebagian besar perusahaan semi konduktor telah kami atasi, maka untuk hal ini, sebelumnya pihak kami telah menuangkan tenaga listrik masa mendatang sebagai bagian perkembangan, menjadi hal yang dipertimbangkan.”

Berkaitan dengan kekurangan lahan, Menko Shen mengemukakan, pengusaha Taiwan pulang kampung untuk gelombang kali ini lebih aktif, memanfaatkan pabrik lama yang tak terpakai, namun pihak Kemenko juga telah mempersiapkan serta meminta Tai Sugar untuk membagikan lahan-lahan di kawasan Changhua ke Selatan, lahan Kaoshiung ke Utara, dengan luas masing-masing kabupaten/kota mencapai 200 ha, diserahkan kepada Dinas Perindustrian untuk dikembangkan, guna menghindari permainan harga tanah maka lahan ini terbatas untuk disewakan dan tidak untuk dijual, agar para pengusaha dapat berinvestasi dengan leluasa, pihaknya juga telah meminta Dinas Perindustrian agar pembangunan area industrial ini diselesaikan dalam kurun waktu 2 tahun.

Menko Shen juga menambahkan, di bawash situasi perang dagang AS-Daratan Tiongkok, selain investasi sektor manufaktur pulang kampung ke Taiwan, juga dapat bergerak ke negara-negara sasaran Kebijakan Baru Menuju Arah Selatan, sehingga pekerja migran dapat kembali dan berkarir di negara asalnya, Kemenko juga mendorong kelajuan mengoptimalisasikan produksi, mencakup usaha kecil mengarah pada manufaktur digitalisasi, usaha besar mengarah pada manufaktur cerdas guna menghindari ketergantungan terhadap jumlah tenaga kerja yang besar.

Komentar

Terbarumore