Presiden Tsai Ing-wen: Jangan Menggunakan Kekerasan dalam Menanggapi Tuntutan Masyarakat.

  • 13 November, 2019
  • 譚雲福
Presiden Tsai Ing-wen: Jangan Menggunakan Kekerasan dalam Menanggapi Tuntutan Masyarakat.

(Taiwan, ROC) – Kerusuhan yang terjadi di Chinese University of Hong Kong telah berlangsung selama 2 hari. Kepolisian Hong Kong diketahui masuk ke dalam ranah universitas dan bahkan menembakkan gas air mata ke arah pelajar. Keributan ini harus berbuntut pada kekhawatiran dunia internasional. Pada tanggal 13 November 2019, Presiden Tsai Ing-wen melalui akun facebook-nya mengimbau pemerintah Hong Kong untuk menghentikan aksi mereka. Kepala Negara menyampaikan otoritas petinggi negara tidak seharusnya menanggapi aksi protes warganya dengan menggunakan jalan kekerasan. Beliau juga menyayangkan tindakan pemerintah Hong Kong yang seakan-akan lebih memihak kepada otoritas Beijing, dengan mengorbankan perjuangan generasi muda Hong Kong. Presiden Tsai Ing-wen menyerukan dunia internasional untuk berdiri dan melindungi nilai kebebasan yang kini tengah diperjuangkan warga Hong Kong. Melalui akun facebook, Perdana Menteri Su Tseng-chang juga meyampaikan, bahwa berita penyerangan oleh pihak kepolisian ke Chinese University of Hong Kong, membuat terkejut banyak pihak. Su Tseng-chang meminta pemerintah setempat untuk lebih mengedepankan komunikasi dalam menanggapi permintaan dan tuntutan rakyat.

Presiden Tsai Ing-wen menambahkan kejadian serupa juga pernah dialami Taiwan sebelumnya. Aksi teror putih harus mengorbankan banyak mahasiswa, yang di kala itu mendapat tekanan dari anggota militer. Taiwan tentu tidak ingin mengulang kembali sejarah kelam tersebut. Di kala Taiwan telah terbebas dari era penuh tekanan, kini Hong Kong harus mengalami kejadian memilukan. Kepala Negara mengemukakan anggota kepolisian memiliki tanggung jawab untuk melindungi masyarakat dan pemerintah berkewajiban melayani seluruh warganya. Dan ketika anggota kepolisian dan institusi pemerintahan tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya, menandakan roda pemerintahan telah gagal mendapatkan kepercayaan masyarakatnya. Presiden Tsai melanjutkan pemerintah tidak seharusnya menggunakan kekerasan dalam menanggapi tuntutan warganya.

Komentar

Terbarumore