Harapan Memperdalam Kerja Sama di Saat Pengangkatan Penasihat Gedung Putih yang Baru

  • 19 September, 2019
  • 譚雲福
Harapan Memperdalam Kerja Sama di Saat Pengangkatan Penasihat Gedung Putih yang Baru

(Taiwan, ROC) - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menunjuk Robert O’Brien menjabat Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih yang baru. Pada tanggal 19 September 2019, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (MOFA), Joanne Ou (歐江安), menyampaikan bahwa Robert O’Brien pernah bertandang ke Taiwan pada tahun 2016 lalu. Ia juga pernah menuliskan artikel yang menyerukan dunia internasional untuk mendukung prinsip demokrasi dan kebebasan yang dimiliki Taiwan. Tulisan Robert O’Brien tersebut pernah diterbitkan di majalah dwibulan The National Interest. Joanne Ou mengemukakan Taiwan akan terus memperdalam kerja sama dengan Amerika Serikat; baik di sektor ekonomi, politik, maupun keamanan.

Joanne Ou mengatakan, “MOFA berharap Taiwan bersama dengan Amerika Serikat dapat membangun fondasi yang stabil dan ramah. Kami akan terus bekerja sama dengan Amerika Serikat, guna memperkuat hubungan persahabatan yang substantif”.

Di sisi lain, Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Divisi Asia-Pasifik, David Stilwell, mengutarakan pendapatnya terkait putusnya hubungan diplomatik Taiwan dengan Kepulauan Solomon. Dalam sidang komite urusan luar negeri, David Stiwell menyampaikan bahwa Amerika Serikat akan terus mendukung Taiwan, dengan berdasar pada “Undang-Undang Hubungan Taiwan”. Di samping itu, Negeri Paman Sam juga akan mengukuhkan bahwa Taiwan memiliki mekanisme pertahanan diri yang mumpuni.

Joanne Ou mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diperlihatkan oleh lembaga administratif dan legislatif Amerika Serikat. Pemerintah Taiwan akan memenuhi perannya sebagai salah satu anggota dunia internasional. Taiwan akan terus berupaya menggalang kerja sama dengan negara yang memiliki prinsip serupa, dan tidak akan gentar di tengah tekanan dari Daratan Tiongkok.

Selain itu, di tengah pelaksanaan Sidang Majelis Umum PBB di New York, sebuah surat dukungan telah dikirim oleh sahabat Taiwan kepada Sekjen PBB. Kegiatan forum yang digalang oleh Kantor Perwakilan di New York, juga akan berjalan sesuai rencana. Terkait dengan absennya Guatemala dan Nikaragua dalam surat dukungan tersebut, petinggi MOFA, Bob Chen, mengemukakan bahwa dukungan yang diberikan oleh sahabat Taiwan bervariasi, dan tidak harus berupa surat. Ia percaya bahwa kedua negara tersebut akan terus menyatakan dukungannya dengan cara mereka masing-masing.

Di samping itu, Tuvalu telah memilih Perdana Menteri Baru. Media asing mewartakan bahwa pemilihan tersebut dapat berdampak pada hubungan diplomatik Taiwan. Terkait pemberitaan tersebut, Joanne Ou menambahkan hubungan persahabatan antar kedua negara terpantau stabil. Ia melanjutkan pemerintah akan terus memperhatikan perkembangan dan memperdalam pertukaran dengan Tuvalu.

Media Reuters melaporkan bahwa Perdana Menteri Tuvalu sebelumnya, Enele Sopoaga, merupakan sosok yang mendukung hubungan diplomatik dengan Taiwan. Namun kini, posisi perdana Menteri telah beralih ke Kausea Natano. Apakah di bawah pemerintahan Kausea Natano, hubungan diplomatik Taiwan dapat terpengaruh? Joanne Ou menjawab otoritas Taiwan akan terus memperhatikan perkembangan berita dan informasi yang relevan. Ia melanjutkan pemerintah memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan dan melindungi hubungan persahabatan yang telah terjalin.

Komentar

Terbarumore