Simulasi Pemilu Imigran Baru Hsu Kuo-yung Jadi “Petugas Pemilu 1 Hari”

  • 16 September, 2019
  • 曾秀情
Yu Wen-sheng Imigran Baru Taiwan, asal Amerika Serikat

(Taiwan, ROC) -- Demi meningkatkan pemahaman cara pemberian suara dalam pemilu pada imigran baru dan untuk meningkatkan kesediaan mereka turut berpolitik, Badan Imigrasi, Kementerian Dalam Negeri hari ini (16/9) mengemukakan, besok (17/9) sore akan mengelar kegiatan “simulasi pemungutan suara Imigran Baru” di lobi Ditjen Imigrasi, dengan Menteri Dalam Negeri, Hsu Kuo-yong, Ketua Badan Imigrasi, Chiu Feng-kuang dan Kepala divisi inspeksi Komisi Pemilihan Umum kota Taipei, selaku “petugas pemilu 1 hari”, dan akan mengundang 3 pemilih Imigran Baru yang baru pertama kali memberikan suara untuk melakukan simulasi.

Berdasarkan data statistic, jumlah penduduk dari Imigran Baru melampaui 550 ribu jiwa, warga asing yang mengajukan menjadi warga Taiwan ada sekitar 126 ribu orang, Imigran baru asal Daratan Tiongkok yang mendapat ijin menetap ada 131 ribu orang, dari kawasan Hongkong dan Macau ada 13 ribu orang, ditambah dengan keturunan Imigran Baru yang saat ini sudah memasuki usia dewasa sehingga telah memiliki hak untuk memberikan suara, semua orang ini nantinya akan menjadi warga Taiwan dan memiliki hak untuk memberikan suaranya, untuk itu Badan Imigrasi akan menyelenggarakan “simulasi pemungutan suara Imigran Baru” pada tanggal 17 September dengan mengundang 3 orang Imigran baru yang perdana memberikan hak suara, diantaranya adalah Yu Wen-sheng, seorang warga yang berasal dari Amerika Serikat yang pada Mei tahun ini mendapat KTP Taiwan, tahun depan merupakan pertama kali memberikan hak suaranya sehingga ia sangat senang sekali.

Ketua Badan Imigrasi kota Taipei, Hsu Hui-wen menyampaikan, Yu Wen-sheng adalah seorang tenaga professional yang mengajukan ijin tinggal permanen, apabila mengajukan permohonan KTP harus memberikan bukti pelepasan kewarganegaraannya, tetapi seiring dengan revisi peraturan kewarganegaraan pasal 9, setelah tenaga professional lolos dari pemeriksaan, maka dapat dibebaskan dari bukti pelepasan kewarganegaraan aslinya, hal ini membuka jalur untuk mempermudah tinggal di Taiwan.

Yu Wen-sheng mengemukakan, budaya pemilu Taiwan penuh dengan vitalitas, suasananya dapat terasa di mana-mana, masyarakat antusias dan bersemangat terhadap kandidat dan partainya, meskipun memiliki perbedaan partai tetapi masing-masing saling menjaga sehingga pemilu dapat berjalan dengan lancar dan damai. Menghadapi pemilu tahun depan Yu merasa bangga kalau dirinya bisa menjadi pemilih, ia pasti akan belajar dengan baik bagaimana memberikan suara, memastikan satu suaranya ini bisa dengan benar dan tepat masuk ke kotak suara.

Komentar

Terbarumore