Warga Taiwan yang hilang di Hong Kong diketahui ditahan oleh pihak Daratan Tiongkok

  • 11 September, 2019
  • 陳志勇
Penasehat di Desa Fangliao, Kabupaten Pingtung, Lee Meng-chu (李孟居) (Sumber: Facebook)

(Taiwan, ROC) - Seorang warga Taiwan yang hilang di Hong Kong bulan lalu sedang diinterogasi oleh aparat hukum di Daratan Tiongkok atas “tindak pidana yang merugikan keamanan nasional Tiongkok,” demikian diungkapkan oleh juru bicara Kantor Urusan Taiwan (TAO) Daratan Tiongkok Ma Xiaoguang (馬曉光), Rabu, 11 September.

Ma mengemukakan hal tersebut ketika ditanya wartawan apakah dia mengetahui keberadaan Lee Meng-chu (李孟居), seorang penasehat di Desa Fangliao, Kabupaten Pingtung, yang dilaporkan hilang sejak akhir Agustus oleh keluarganya di Taiwan.

Menurut anggota keluarganya, Lee tidak mampu dihubungi sejak 20 Agustus saat dia dijadwalkan meninggalkan Hong Kong menuju Shenzhen di Daratan Tiongkok. Hilangnya Lee dikhawatirkan berhubungan dengan dukungannya pada aksi protes anti UU Ekstradisi di Hong Kong.

Sejak saat itu, pemerintah Taiwan telah berkali-kali meminta pihak berwenang Daratan Tiongkok memberikan informasi perihal keberadaan Lee, termasuk Kepala Desa Fangliao Chen Ya-lin (陳亞麟) yang menerangkan, dia dijadwalkan bertemu dengan Lee di Indonesia pada 27 Agustus, tapi Lee tidak muncul.

Chen khawatir bahwa hilangnya Lee mungkin berhubungan dengan simpati yang disampaikan Lee terhadap pemrotes di Hong Kong di media sosial seperti Facebook. Sebelum ditemukan hilang, tutur Chen, Lee sempat mengirim sebuah foto kepadanya. Dalam foto, tampak sekelompok pasukan Daratan Tiongkok sedang berkumpul di perbatasan Hong Kong dan Shenzhen.

Sebuah insiden serupa pernah terjadi Maret 2017 ketika seorang aktifis Taiwan, Lee Ming-che (李明哲) diketahui hilang di Daratan Tiongkok. Beijing menunggu dua bulan sebelum mengonfirmasi bahwa Lee telah ditahan dan dijatuhkan hukuman penjara lima tahun atas tindak pidana subversi kekuasaan negara.

Komentar

Terbarumore