Presiden Tsai Ing-wen: Taiwan Adalah Benteng Pertahanan bagi Nilai Demokrasi yang Berkelanjutan

  • 20 August, 2019
  • 尤繼富
Presiden Tsai Ing-wen: Taiwan Adalah Benteng Pertahanan bagi Nilai Demokrasi yang Berkelanjutan

(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 20 Agustus 2019, Presiden Tsai Ing-wen menghadiri pertemuan dengan tajuk “Forum Ketagalan: Dialog Pertahanan Asia Pasifik 2019”. Dalam pidatonya, Beliau menyampaikan bahwa Daratan Tiongkok tengah membangun pangkalan militer dan menyebarkan kekuatan tentaranya di kawasan Laut Tiongkok Selatan. Hal ini tentu telah mempengaruhi stabilitas di wilayah Indo-Pasifik. Terlebih lagi otoritas Beijing menggunakan nilai demokrasi, pluralisme dan keterbukaan negara-negara demokratis untuk mencampuri urusan internal masing-masing negara, yang mana dapat mempengaruhi keputusan diplomatiknya. Oleh karena itu, ketika nilai demokrasi dunia harus menghadapi tantangan yang demikian berat, Taiwan akan bertindak sebagai benteng pertahanan yang memiliki peranan krusial. Ditambah lagi Taiwan memiliki letak yang cukup strategis di wilayah Indo Pasifik.

Presiden mengemukakan otoritas Beijing akan terus memperkuat konsep “1 Negara 2 Sistem” atas Taiwan. Namun konsep ini dinilai gagal. Dan contoh yang paling nyata adalah peristiwa ricuh yang terjadi di Hong Kong, yang merupakan bukti tidak dapat bersatunya prinsip demokrasi dengan otoritarianisme. Taiwan akan terus melawan dan mempertahankan nilai demokrasi, terutama di kawasan Indo Pasifik.

Kepala Negara menyampaikan Taiwan akan memperkuat pertahanan secara mandiri. Taiwan akan meningkatkan sektor produksi di bidang pembuatan pesawat dan kapal. Pada bulan September mendatang, Taiwan akan menyelesaikan perakitan pesawat yang dilakukan di dalam negeri. Beliau mengemukakan komitmen pertahanan Taiwan merupakan nilai perlindungan yang telah diakui secara bersama. Selain itu, jaminan keamanan Taiwan merupakan nilai yang dapat berfungsi sebagai basis norma, untuk mendorong kemakmuran yang berkelanjutan.

Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Tidak dapat dipungkiri bahwa nilai demokrasi di seluruh dunia telah mengalami ujian yang berat. Dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang, kita harus bersatu untuk menciptakan masa depan yang lebih gemilang bagi generasi penerus bangsa”.

Kepala Negara juga menemui Ketua Biro Pemuda Partai Demokratik Liberal Jepang, Nori Sasaki. Presiden Tsai mengemukakan hubungan pertukaran antar Taiwan dengan Jepang terjalin erat sedari dulu. Pada bulan Agustus ini, Taiwan baru saja menjadi tuan rumah dari pelaksanaan Kongres Parlemen Asia Pasifik (APPU). Taiwan bersama dengan Jepang juga telah menyampaikan kesepakatan untuk menggalang konsep maritim yang bebas dan kawasan Indo Pasifik yang berkelanjutan. Penyelenggaraan APPU pada tahun mendatang akan dilaksanakan di Jepang. Beliau berharap hubungan kerja sama antar kedua negara dapat terjalin kian kokoh, dan berkembang di berbagai sektor.

Melalui kesempatan ini, presiden mengucapkan selamat kepada Partai Demokrat Liberal, untuk hasil pemilihan Senat yang telah berlangsung pada bulan Juni tahun ini. Pemerintahan di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Shinzo Abe terus berlanjut di Negeri Matahari Terbit. Presiden Tsai percaya bahwa pemerintahan Shinzo Abe berhasil memberikan nilai positif bagi perkembangan hubungan bilateral antar Taiwan dengan Jepang, terutama bagi perdamaian dan kemakmuran kawasan regional. Kepala Negara juga sempat menyebutkan bahwa Taiwan menaruh simpati yang mendalam bagi perkembangan situasi yang terjadi di Hong Kong. Demokrasi yang dimiliki Taiwan saat ini, merupakan hasil dari jerih payah yang panjang. Taiwan bersama dengan Jepang akan berkomitmen mempertahankan nilai kebebasan yang ada.

Komentar

Terbarumore