Presiden Tsai Imbau Dialog Pemerintah dan Warga Hongkong, Namun Taiwan Tidak Intervensi

  • 19 August, 2019
  • 鄭蕙玲
PresidenTsai Ing-wen bertemu dengan mantan Menhan Australia Christopher Pyne

(Taiwan, ROC) Mengenai situasi perkembangan Hongkong, Presiden Tsai Ing-wen pada hari Senin ini (19/2) bertemu dengan mantan Menhan Australia Christopher Pyne, menegaskan Taiwan mendukung Hongkong memperjuangkan demokrasi kebebasan, namun tidak mengintervensi. Ia Juga mengimbau agar pemerintah Beijing dan Hongkong lebih bersikap bijaksana untuk menyelesaikan permasalahan, jangan menolak dialog, jangan membiarkan kondisi yang semakin memburuk dan melempar tanggung jawab kepada pihak lain, serta jangan salah mengambil langkah.

Presiden Tsai Ing-wen hari Senin ini saat di Istana Kepresidenan bertemu dengan mantan Menhan Australia Christopher Pyne, dalam sambutan Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan, selama lebih dari 3 tahun berjalan, kerjasama bilateral di bidang perdagangan dan investasi terus mengalami perkembangan, sementarar ini Taiwan merupakan ekspor terbesar ke-7 bagi Australia, juga menjadi mitra dagang terbesar ke-14, selain kedua belah pihak memiliki hubungan persahabatan yang semakin akrab, secara bersama mengejar target menjaga pertahanan perdamaian, kestabilan dan kemakmuran regional.

Presiden Tsai Ing-wen mengemukakan, hubungan lintas selat berkaitan erat dengan perkembangan stabilitas kawasan Indo Pasifik, hal ini yang menjadi fokus perhatian dunia, baru-baru ini demonstrasi tolak RUU Ekstradisi juga memicu perhatian masyarakat dunia. Presiden Tsai Ing-wen menegaskan Taiwan menjadi bagian dari masyarakat demokrasi, mendukung warga Hongkong yang mengejar demokrasi kebebasan, namun mengkuatirkan kondisi Hongkong yang semakin memburuk, berkaitan dengan permasalahan ini, Taiwan turut peduli namun tidak mengintervensi. Presiden Tsai mengatakan “Saya mengimbau agar pemerintah Beijing dan Hongkong, lebih bersikap bijaksana dan menunjukkan niat baik dalam menyelesaikan konflik, jangan membiarkan kondisi semakin memburuk dan melempar tanggung jawab kepada kekuatan eksternal yang sebenarnya tidak eksis, jangan menolak untuk berdialog dengan warga, terlebih-lebih tidak salah mengambil keputusan, guna menghindari penyesalan di kemudian hari.”

Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, warga yakin dengan nilai demokrasi kebebasan, mengharapkan agar pembinaan hubungan dengan Australia semakin erat, bersama memperdalam kerjasama dan mempromosikan stabilitas dan perkembangan kawasan regional, saat bersamaan mengharapkan semakin banyak peluang bekerjasama, mempromosikan kemakmuran dan diplomasi Taiwan di kawasan Pasifik. Presiden Tsai juga memanfaatkan kesempatan ini mengapresiasi pemerintah Australia mendukung partisipasi Taiwan dalam organisasi internasional, serta mengharapkan saling bergandengan tangan memberikan lebih banyak sumbangsih untuk kawasan Indo Pasifik.

Lebih dari jutaan warga turun melakukan aksi protes tolak RUU Ekstradisi tanggal 18 Agustus 2019, PM SU Tseng-chang pada hari ini mengatakan, warga Hongkong berani untuk menyampaikan suara mereka, turut didukung oleh pemerintah Taiwan, peduli dengan perjuangan demokrasi warga Hongkong dan mengharapkan agar pemerintah Hongkong segera merespon permintaan dari warganya.

Komentar

Terbarumore