Yayasan Jugun Ianfu Taiwan Permintaan Resmi dari Jepang

  • 14 August, 2019
  • 曾秀情
Ketua Yayasan Jugun Ianfu, Fan Qing

(Taiwan, ROC) -- Hari ini (14/8) merupakan hari Peringatan Jugun Ianfu Internasional, setelah sekian lama Yayasan Jugun Ianfu memperjuangkan hak Jugun Ianfu, kali ini kembali melakukan unjuk rasa di Kantor Asosiasi Pertukaran Taiwan – Jepang di Taipei. Ada 5 orang orang yang memainkan peran sebagai Jugun Ianfu yang meminta maaf pada pria yang berperan sebagai wakil pemerintahan Jepang, mereka melakukan pertunjukkan ini di depan kantor Asosiasi Pertukaran Taiwan – Jepang di Taipei pada pagi hari tadi, tetapi tidak mendapat respon sama sekali. Pertunjukkan ini menunjukkan situasi di mana yayasan membantu Jugun Ianfu sejak tahun 1992 untuk mendapatkan apa yang menjadi haknya, meminta pihak Jepang meminta maaf, setelah 27 tahun kebenaran terungkapkan.

Ketua Yayasan Jugun Ianfu, Fan Qing dengan tanpa daya menyampaikan, mereka setiap tahunnya mengajukan permintaan yang sama pada pihak Jepang, yaitu setiap tahun meminta agar mendapat permintaan maaf secara resmi, untuk itu mereka harus terus memperjuangkannya, agar pemerintah Jepang memperhatikan masalah Jugun Ianfu yang menoreh luka mendalam dalam ingatan mereka.

Fan Qing mengatakan, “Kita tidak mampu mengendalikan takdir kematian kita. Namun yang dapat kita ingat adalah kisah dan kenangan historis. Yang terpenting dari memori ini adalah untuk mengingatkan masyarakat luas, agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Mengapa hari ini kami melakukan aksi protes di depan Kantor Perwakilan Jepang di Taiwan? Hal ini dikarenakan pihak Jepang selalu menolak dan tidak mengakui adanya kejadian tersebut”.

Tanggal 14 Agustus merupakan Hari Peringatan Jugun Ianfu Internasional. Taipei Women's Rescue Foundation (TWRF) menegaskan kembali bahwa pemerintah Jepang harus menyampaikan permintaan maaf kepada para perempuan yang menjadi korban eksploitasi di kala tersebut. Otoritas Negeri Matahari Terbit juga harus membayar kompensasi, baik secara finansial maupun spiritual. Di saat yang sama, dunia harus dapat belajar dari peristiwa tersebut dan mencegah terulangnya kejadian serupa. TWRF menyampaikan perjuangan mendapatkan keadilan tidak akan pernah berhenti, hingga pihak Jepang memperlihatkan itikad baiknya.

Guna untuk memberikan dukungan bagi para perempuan yang menjadi korban ekspolitasi pada masa pendudukan Jepang, setiap tahunnya akan digelar Hari Peringatan Jugun Ianfu Internasional, yang jatuh pada tanggal 14 Agustus. Ini juga menjadi momen penting bagi kaum wanita untuk keluar dan menyuarakan suara mereka. Berdasarkan catatan sejarah, terdapat 200.000 korban wanita yang dieksploitasi pada masa penjajahan Jepang, terutama untuk kaum wanita yang berada di kawasan Korea Utara, Taiwan, Daratan Tiongkok dan Filipina. Pihak tentara Jepang dianggap telah melakukan tindakan eksploitasi, yang memaksa kaum perempuan untuk menjadi budak seksual mereka.

Komentar

Terbarumore