Hilangnya Kapal Chuanyitsai No. 1 Diduga Bertabrakan dengan Kapal Kargo

  • 13 August, 2019
  • 尤繼富
Hilangnya Kapal Chuanyitsai No. 1 Diduga Bertabrakan dengan Kapal Kargo

(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 13 Agustus 2019, Ditjen Perikanan Dewan Pertanian mengemukakan bahwa kapal penangkap ikan asal Yilan “Chuanyitsai nomor 1”, hilang dari peredaran. Kapal tersebut seharusnya dijadwalkan akan kembali ke pelabuhan pada tanggal 4 Agustus 2019 silam. Berdasarkan informasi terbaru, dicurigai kapal tersebut menabrak kapal kargo di perairan Toucheng. Otoritas terkait juga telah mengerahkan bantuan yang diperlukan. Selain itu, Ditjen Perikanan akan melakukan penyidikan terhadap kapal kargo yang menabrak kapal“Chuanyitsai nomor 1”.

Ditjen Perikanan menjelaskan bahwa pemilik kapal “Chuanyitsai nomor 1”telah melaporkan peristiwa hilangnya kapal kepada instansi terkait pada tanggal 6 Agustus 2019 pukul 13:50. Kapal asal Yilan tersebut berangkat meninggalkan pelabuhan pada tanggal 2 Agustus. Menurut rencana, kapal akan kembali ke pelabuhan pada tanggal 4 Agustus 2019. Hingga tanggal 6 Agustus 2019, tidak ada tanda-tanda kepulangan dari kapal yang membawa 6 awak tersebut. Kapal ini ditumpangi 1 awak berkewarganegaraan Taiwan dan 5 awak berkewarganegaraan Indonesia.

Pada tanggal 9 Agustus 2019 pukul 24:00, Badan Patroli Lepas Pantai (CGA) telah membuat laporan penyidikan. Menurut laporan terkait, posisi terakhir kapal “Chuanyitsai nomor 1”terdeteksi pada tanggal 3 Agustus 2019 pukul 01:00 subuh, berada di kejauhan 18,5 mil laut dari perairan Toucheng.  Setelahnya, sinyal kapal pun menghilang dari radar pengawasan. Di saat yang sama, terdeteksi radar dari kapal kargo Siprus yang berada di sebelah kapal “Chuanyitsai nomor 1”.

Ditjen Perikanan menyampaikan, telah meminta Biro Maritim dan Pelabuhan (Maritime and Port Bureau, MOTC) untuk membantu bagi kapal kargo berkewarganegaraan Siprus merapat di pelabuhan berikutnya dan meminta Kementerian Luar Negeri untuk menegosiasikan negara yang menyediakan pelabuhan tersebut untuk melakukan pemeriksaan saat kapal kargo ini merapat di pelabuhannya serta melalui terus membantu memeriksa data perusahaan kapal, perantara dan data lainnya untuk menjernihkan segala sesuatu yang dipertanyakan.

Ditjen Perikanan menambahkan, Pusat Pemantauan Ditjen Perikanan pada tanggal 6 Agustus menerima laporan, dan setelah diklarifikasi bahwa kapal “Chuanyitsai nomor 1” tidak dilengkapi dengan peralatan sistem pemantauan kapal VMS, walaupun memiliki sistem identifikasi otomatis (AIS), namun belum bisa melacak posisi rute kapal. Hal ini menandakan sistem AIS belum diaktifkan, juga tidak mendapatkan ada sinyal darurat (EPIRB)

Ditjen Perikanan juga mengemukakan, pada tanggal 6 Agustus pukul 21:00, pusat bantuan nasional memberikan informasi mengenai kecelakaan di sekitar 24 mil pulau Diaoyu kepada petugas keamanan laut Jepang. Dari baju pelampung yang ditemukan, tertera huruf “YungCaifu”, yang merupakan nama sebelumnya dari kapal “Chuanyitsai nomor 1” . Baju pelampung ini diduga sebagai bagian dari puing-puing kapal asal Yilan tersebut.

Di saat yang sama, Ditjen Perikanan langsung meminta bantuan dari Pusat Bantuan Nasional Yuan Eksekutif, Kementerian Perhubungan dan CGA, untuk mengutus tim pencarian dan penyelamat. Selain itu, Fishery Radio Station dan Radio Pantai Keelung terus menyebarkan informasi ini, serta meminta navigasi pencarian kapal dan 6 orang awak kapal yang hilang.

Komentar

Terbarumore