PM Su Tseng-chang Meminta Otoritas Hong Kong Menjawab Permintaan Masyarakat

  • 13 August, 2019
  • 尤繼富
PM Su Tseng-chang Meminta Otoritas Hong Kong Menjawab Permintaan Masyarakat

(Taiwan, ROC) --- Peristiwa aksi protes menentang amandemen UU Ekstradisi ke Daratan Tiongkok kian memanas. Pada tanggal 12 Agustus 2019, Komite Pusat Partai Progresif Demokratik (DPP) mengemukakan bahwa Presiden Tsai Ing-wen dan lembaga pemerintah terkait telah mengeluarkan pernyataannya untuk  memberikan dukungan dalam bentuk bantuan kemanusiaan.

Pada tanggal 13 Agustus 2019, Perdana Menteri Su Tseng-chang (蘇貞昌) mengemukakan sebagai negara yang bertetangga dengan Hong Kong, Taiwan jelas peduli dengan isu demokrasi yang tengah diperjuangkan warga Hong Kong. Terkait dengan berita terlukanya mata seorang gadis muda saat kericuhan terjadi, Perdana Menteri menyatakan keprihatinannya.

Perdana Menteri Su Tseng-chang mengatakan, “Kita melihat kondisi Hong Kong akibat gagalnya Konsensus 92. Taiwan harus semakin melindungi dan menjaga nilai demokrasi. Ini adalah tugas penting. Kita harus bersatu. Di satu sisi kita peduli akan Hong Kong, di sisi lain kita harus menjaga nilai demokrasi. Jangan sampai peristiwa di Hong Kong akan terulang kembali”.

Bandara internasional Hong Kong ditutup sementara kemarin sore (12/8). Peristiwa aksi protes menentang RUU Ekstradisi telah merebak hingga ke terminal penerbangan setempat. Penutupan sementara ini berlangsung hingga tanggal 13 Agustus 2018, pukul 08:00 pagi. Meski bandara telah perlahan-lahan beroperasi secara normal, namun masih tetap dilakukan pengontrolan. Maskapai penerbangan China Airlines dan Mandarin Airlines telah membatalkan 12 penerbangan mereka pada hari ini. Selain itu, EVA Air juga mengumumkan bahwa jadwal penerbangan dari Taipei ke Hong Kong akan berlangsung normal setelah siang hari.

Wakil Manajer Bandara Internasional Taoyuan, Dan Zhao-bi (但昭璧) mengemukakan ada 40 jadwal penerbangan yang dibatalkan pada tanggal 12 Agustus kemarin. Dan untuk hari ini ada 35 jadwal penerbangan yang harus kembali ditangguhkan. Selain 4 pesawat kargo, masih ada 31 pesawat penumpang, dengan total lebih dari 6000 penumpang yang dirugikan. Jadwal penerbangan kembali normal pada siang hari (13/8). Maskapai penerbangan memberangkatkan seluruh penumpang yang tertunda pada hari ini.

Dan Zhao-bi mengatakan, “Data statistik kami hari ini, total ada 35 penerbangan yang dibatalkan. Dengan perkiraan 6.200 penumpang yang harus ditangguhkan penerbangannya. Setelah kami mengetahui bahwa bandara internasional Hong Kong kembali normal pada siang hari pukul 12:00, maka seluruh maskapai penerbangan akan berangsur pulih kembali. Pihak perusahaan penerbangan juga memberitahukan kami bahwa mereka akan menerbangkan pesawat dengan tipe yang lebih besar, guna memberangkatkan seluruh penumpang yang terbatalkan jadwal penerbangannya”.

EVA Air telah mengumumkan jenis pesawat yang akan diterbangkan kali ini; di antaranya Boeing 777, 787 dan Airbus A330-300. China Airlines juga telah membatalkan 6 jadwal penerbangan; masing-masing CI641/642 dengan rute Taipei-Hong Kong, AE981 dengan rute Kaohsiung-Hong Kong, CI7863 dengan rute Tainan-Hong Kong, AE986 dengan rute Kaohsiung-Hong Kong, dan CI7868 dengan rute Hong Kong-Tainan. Mandarin Airlines juga diketahui membatalkan 6 jadwal penerbangan mereka; di antaranya 4 penerbangan dari Taichung-Hong Kong dengan nomor penerbangan AE1817/1818/1841/1842, dan 2 penerbangan dari Hong Kong-Taichung dengan nomor AE1831/1832.

Untuk status terkini dari masing-masing jadwal penerbangan, setiap penumpang dapat memeriksanya dari aplikasi maskapai penerbangan terkait.

Komentar

Terbarumore