Peringatan 25 Tahun Pembentukan Suku Penduduk Asli

  • 01 August, 2019
  • 曾秀情
Presiden Tsai hadir dalam Peringatan 25 Tahun Pembentukan Suku Penduduk Asli

(Taiwan, ROC) -- Tanggal 1 Agustus merupakan hari Suku Penduduk Asli, yang tahun ini genap 25 tahun dibentuknya nama suku penduduk asli, Komite Penduduk Asli secara khusus mengelar “Seminar 25 Tahun Pembentukan Nama Suku Penduduk Asli” yang mengundang para aktivis, yang turut dalam kegiatan pembentukan nama suku penduduk asli pada saat itu pakar yang berpengalaman, pakar sejarah suku penduduk asli dan juga Presiden Tsai Ing-wen untuk hadir.

Dalam kata sambutannya, Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan, dalam gerakan aktivis penduduk asli pada tahun itu mengajukan 3 kata “suku penduduk asli” menekankan orang asli yang menetap di tempat tersebut, setelah melalui debat persengketaan yang panjang baru pada 1 Agustus 1994 melalui revisi konstitusi agar pemerintah secara keseluruhan menerima sebutan “suku penduduk asli”, ini merupakan perkembangan besar dan titik kunci pertama bagi kedaulatan suku penduduk asli. Titik penting kedua adalah terbentuknya perundangan dasar Suku Penduduk Asli pada tahun 2005, tetapi sangat disayangkan proses pelaksanaan kebijakan pemerintah ini terhenti, untuk itu setelah ia menjabat sebagai presiden, memilih hari Suku Penduduk Asli ini ingin menyampaikan permintaan maaf pada seluruh suku penduduk asli dan sekaligus mengumumkan akan terus berupaya memenuhi permintaan dari suku penduduk asli yang telah sekian lamai diajukan, ia berharap setelah permintan maaf dan instrospeksi diri dari pemerintah pada tahun 2016 menjadikan titik penting ketiga bagi perkembangan kedaulatan suku penduduk asli.

Presiden Tsai Ing-wen mengemukakan, 3 tahun ini, istana presiden membentuk Komite Transisi Peradilan (Indigenous Historical Justice and Transitional Jusatice Committee) dan melakukan pembahasan topik-topik penting dengan berbagari suku penduduk asli, selangkah demi selangkah melakukan hal-hal yang belum pernah dilakukan oleh pemerintah sebelumnya seperti legislasi “Peraturan Pengembangan Bahasa Suku Penduduk Asli” agar bahasa-bahasa suku penduduk asli menjadi bahasa nasional, selain itu juga melakukan perombakan besar-besaran atas peraturan pendidikan suku penduduk asli.

Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Pemerintah telah merekrut seratusan orang pegawai resmi selaku promotor bahasa suku, ditambah lagi dengan guru pengajar bahasa suku, agar bahasa suku dapat hidup kembali sebagai bahasa dari sukunya. Belum lama lalu, juga melakukan reivisi besar atas peraturan suku penduduk asli, menyesuaikan dengan kurikulum baru wajib belajar 12 tahun yang secara resmi diberlakukan, kami berharap sejarah dan kebudayaan suku penduduk asli menjadi fokus, dapat menjadi bagian dari kenangan bersama dalam masyarakat sosial Taiwan.”

Komentar

Terbarumore